Selasa, 30 Jun 2026
BPD Bali Guyur KUR Rp 1,7 Triliun, Masuk Banjar demi Dorong UMKM Naik Kelas
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 30 Jun 2026 11:33
Denpasar - Bank BPD Bali terus membuktikan komitmennya sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang difokuskan untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pada 2025, realisasi penyaluran KUR Bank BPD Bali telah mencapai Rp 1,768 triliun yang menjangkau 8.946 debitur di seluruh Bali. Sektor jasa mendominasi pembiayaan dengan porsi mencapai 40,56% dari total penyaluran.
Selain itu, Bank BPD Bali juga memprioritaskan penyaluran KUR pada sektor produksi. Realisasinya mencapai Rp 1,081 triliun atau sebesar 61,13% dari total penyaluran KUR pada 2025.
"KUR merupakan produk unggulan Bank BPD Bali dalam pembiayaan kepada UMKM. Sampai dengan 31 Mei 2026 secara agregat sebesar Rp 11.253 triliun dengan baki debet sebesar Rp 3.588 triliun atau 26.55% dari total penyaluran kredit UMKM Bank BPD Bali sebesar Rp 13.515 triliun," ujar Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Senin (29/6/2026).
Sudharma menambahkan, prioritas pada sektor produksi seperti jasa, pertanian, industri pengolahan, perikanan, dan konstruksi ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect (efek berganda) terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Bali.
Tak hanya KUR, Bank BPD Bali juga memiliki kredit program lainnya seperti KUA (Kredit Usaha Alsintan), KIPK (Kredit Industri Padat Karya), KPP ( Kredit Program Perumahan), dan Kredit KUSUMA (Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul, & Maju).
Hingga Mei 2026, Kredit KUSUMA telah terealisasi dengan total plafon sebesar Rp 1,656 triliun dan baki debet Rp 1,362 triliun kepada 2.841 debitur.
"Dalam mendorong UMKM naik kelas, Bank BPD Bali juga telah meluncurkan produk kredit KUSUMA (Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul, & Maju) yang ditujukan kepada UMKM yang tidak dapat mengakses KUR kembali atau selanjutnya di prospek menjadi debitur komersial dengan suku bunga yang kompetitif," katanya.
Bentuk dukungan terhadap UMKM pun tidak hanya berhenti pada pembiayaan. Bank BPD Bali aktif melakukan pendampingan dengan melibatkan UMKM dalam ajang pameran untuk memperluas akses pasar. Pelatihan dan capacity building juga rutin digelar demi meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis mereka.
Digitalisasi Lewat Banjar
Sisi digitalisasi tak luput menjadi fokus utama Bank BPD Bali untuk memperluas ekosistem transaksi nontunai. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui optimalisasi layanan BPD Bali Mobile, QRIS Bank BPD Bali, dompet elektronik Balipay, hingga perluasan jaringan Agen MaiLaku untuk menjangkau pelaku usaha hingga ke pelosok.
Akselerasi ini pun diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat secara kontinu melalui program inovatif 'Bank Goes to Banjar'.
"Pendekatan berbasis komunitas sosiokultural ini memungkinkan Bank BPD Bali hadir langsung di tengah masyarakat pedesaan untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pengenalan produk perbankan, serta perlindungan konsumen dari kejahatan finansial sehingga UMKM siap menghadapi tantangan transformasi digital,"(detik.com)
Sumber: https://www.detik.com/bali/bisnis/d-8553318/bpd-bali-guyur-kur-rp-1-7-triliun-masuk-banjar-demi-dorong-umkm-naik-kelas
komentar Pembaca