- Home
- Internasional
- Solidaritas Korban Teror, Wanita New Zealand Ramai-ramai Berkerudung
Internasional
Solidaritas Korban Teror, Wanita New Zealand Ramai-ramai Berkerudung
Jumat, 22 Mar 2019 10:38
Seperti dilansir AFP, Jumat (22/3/2019), Rafaela Stoakes (32) yang merupakan ibu dua anak, menyatakan bahwa memakai kerudung di kepala memberikan pemahaman soal seperti apa rasanya menjadi menonjol dan menjadi bagian dari kelompok minoritas.
Aksi solidaritas memakai kerudung yang dilakukan kaum wanita di New Zealand ini dilakukan bersamaan dengan momen refleksi nasional yang digelar di Hagley Park, sebuah lapangan di depan Masjid Al Noor, salah satu lokasi teror. Azan dan momen mengheningkan cipta disiarkan langsung oleh televisi nasional New Zealand.
Kerudung juga dikenakan oleh para polisi wanita dan relawan non-muslim yang bertugas mengarahkan para hadirin dalam acara refleksi nasional di Hagley Park. Hal ini dilakukan sebagai wujud penghormatan untuk komunitas muslim. Refleksi nasional yang dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern diawali dengan panggilan azan yang menggema di seluruh wilayah New Zealand. Panggilan azan itu disiarkan secara langsung oleh televisi dan radio setempat.
Momen mengheningkan cipta selama dua menit dan salat Jumat berjamaah juga digelar di Hagley Park. Sebagai wujud simbolis untuk melindungi umat muslim yang sedang menjalankan salat, warga non-muslim yang turun hadir membentuk barisan di belakang jemaah saat salat Jumat berlangsung.
Kembali ke aksi solidaritas mengenakan kerudung, banyak wanita New Zealand yang baru pertama kali memakainya. "Luar biasa betapa berbedanya perasaan saya saat saya pergi keluar pagi ini. Ada banyak pandangan bingung dan sedikit pandangan agresif," tutur Stoakes.
"Saya merasa bangga bisa memberikan penghormatan untuk teman-teman muslim saya, tapi saya juga merasa rapuh dan sendirian karena saya menjadi satu-satunya orang yang mengenakannya (kerudung). Pasti dibutuhkan banyak keberanian untuk memakainya setiap hari," ucapnya.
"Jika saya bisa, saya akan mendatangi masjid dan berdiri di luar untuk menunjukkan dukungan saya untuk whanau saya, tapi saya ada jadwal kuliah dan saya sungguh tidak bisa bolos," ucapnya kepada AFP, menggunakan bahasa Maori untuk 'keluarga besar'.
"Jelas, ini semua dipicu oleh tragedi mengerikan di Christchurch, tapi juga menjadi cara untuk menunjukkan bahwa setiap bentuk usikan atau kefanatikan yang didasarkan simbol agama tidak dibenarkan," imbuh Workman.
"Sebagai warga New Zealand, kita harus membuat pijakan yang sangat kuat," ujarnya.
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau