Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Suriah Dukung Pengakuan Vladimir Putin Atas Kemerdekaan Dua Wilayah di Ukraina Timur

Suriah Dukung Pengakuan Vladimir Putin Atas Kemerdekaan Dua Wilayah di Ukraina Timur

Admin
Rabu, 23 Feb 2022 10:11
merdeka.com

Suriah mendukung keputusan sekutunya, Rusia, untuk mengakui dua kawasan yang memerdekakan diri dari Ukraina yaitu Donetsk dan Luhansk yang berada di Ukraina timur. Pengakuan ini sebelumnya diumumkan Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam pidatonya yang disiarkan televisi.

"Suriah mendukung keputusan Presiden Vladimir Putin untuk mengakui republik Luhansk dan Donetsk dan akan bekerja sama dengan mereka," jelas Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad seperti disiarkan televisi pemerintah Suriah pada Selasa.

Suriah telah menjadi sekutu dekat Moskow sejak Rusia meluncurkan serangan udara di Suriah pada 2015 dan mendukung Presiden Bashar Al Assad.

Sementara itu, AS dan sekutu Eropanya sedang mengatur rencana pengumuman sanksi baru untuk Rusia setelah mendengar keputusan Putin tersebut mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk. Keputusan Putin ini juga meningkatkan kekhawatiran Barat akan adanya perang baru di Eropa.

"Apa yang Barat lakukan terhadap Rusia sama dengan apa yang dilakukan terhadap Suriah selama perang melawan teroris," jelas Mekdad, seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (22/2).

Setelah pengakuan kemerdekaan Donetsk dan Luhansk, Putin memerintahkan pengerahan pasukan ke dua wilayah itu dengan alasan untuk "menjaga keamanan". Putin juga menandatangani kesepakatan dengan para pemimpin separatis yang ada di Ukraina timur itu.

Sanksi untuk Rusia rencananya akan diumumkan pada Selasa waktu AS.

"Besok, AS akan mengumumkan sanksi untuk Rusia atas pelanggaran nyata hukum internasional ini dan kedaulatan serta integritas wilayah Ukraina," jelas Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield kepada wartawan setelah rapat Dewan Keamanan PBB pada Senin malam, seperti dilansir Reuters.

"Kita bisa, akan, dan harus berdiri bersatu dalam seruan kita untuk Rusia agar menarik pasukannya, kembali ke meja diplomasi dan berupaya menuju perdamaian," lanjutnya

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.