Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Terjebak Selama 10 Jam, Penumpang Kereta di Inggris Malah Berpesta

Terjebak Selama 10 Jam, Penumpang Kereta di Inggris Malah Berpesta

Sabtu, 03 Mar 2018 16:47

LONDON - Badai Emma yang menerjang Inggris dan sebagian wilayah Eropa membuat orang-orang yang bepergian dengan kereta dan mobil di jalan raya terjebak tak bisa bergerak. Namun, beberapa penumpang kereta yang terjebak dalam kereta selama 10 jam tampaknya bisa mengubah situasi buruk yang mereka hadapi menjadi sesuatu yang lebih positif.

Nicky Marcelin-Horne, dari Bournemouth, bersama rekan kerjanya Ralph Barrett dan Steven Davies naik kereta pukul 5.30 sore dari Stasiun London Waterloo ke Poole saat kereta yang mereka tumpangi terjebak di salju.Tetapi, alih-alih mengeluh, mereka memutuskan untuk berkenalan dengan penumpang lainnya dan mencari sisi positif dari musibah yang mereka alami dengan berpesta.

"Ada sekira 20 dari kami dalam satu kereta dan kemudian orang lain di sisi lain. Kami adalah sisi bahagia. Bernyanyi dan berusaha untuk tetap senang. Mereka adalah sekelompok orang yang baik," kata Nicky sebagaimana dilansir Metro, Sabtu (3/3/2018).

Saking lamanya kereta mereka terjebak, satu saat masinis datang ke gerbong penumpang dan ikut berkumpul.

"Kami berusaha tetap bersikap positif. Saat hari gelap, Steve mulai menyanyikan selamat ulang tahun untuk membuat kita semua bahagia," tambahnya.

Namun, saat suhu semakin dingin, para penumpang mulai khawatir. Salah seorang penumpang merasa sangat kedinginan sehingga penumpang lain memberikan baju yang mereka bawa untuk menghangatkannya.

"Satu-satunya makanan yang kami punya adalah kue yang dibuat oleh istri Steve dan beberapa keripik dari mesin penjual otomatis. Kami juga berbagi air," kata Nicky.

Pada akhirnya, kereta kembali berjalan dan Nicky bersama penumpang lainnya dapat pulang sekira pukul 3.30 pagi setelah 10 jam terjebak dalam kereta.

Karena kejadian ini, Nicky mengingatkan warga Inggris lain agar tidak bepergian di tengah badai Emma yang mengamuk dan cuaca ekstrem yang terjadi.

"Es di tanah sangat berbahaya jadi mohon berhati-hati. Ini serius, jangan bepergian," ujarnya.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.