Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Terkuak Uji Coba Gagal Perosotan yang Tewaskan Putra DPRD Kansas

Jumat, 12 Agu 2016 11:11
Express
Caleb Thomas Schwab, putra DPRD Kansas yang tewas saat bermain Perosotan Verruckt.

KANSAS – Hingga saat ini belum diketahui penyebab Caleb Thomas Schwab, putra anggota DPRD Kansas, meninggal dalam kecelakaan di perosotan setinggi 51 meter di Schlitterbahn Water Park, Kansas, Amerika Serikat (AS), pada Minggu 7 Agustus 2016. Namun, baru-baru ini terkuak sebuah video kegagalan uji coba, sehari sebelum wahana tersebut dibuka.

Diduga rekaman itu bisa menjadi bukti kuat bahwa kesalahan ada di pihak pengelola. Mereka sejak awal sudah tahu bahwa wahana tersebut tidak siap, terutama dari segi keamanannya yang masih meragukan, tetapi sudah dibuka untuk umum.

Rekaman yang dimaksud adalah munculnya sebuah rakit yang digunakan pada tahap uji coba wahana seluncur itu. Dari rekaman terlihat ketika berada di puncak ketinggian perosotan, rakit tersebut tidak meluncur ke bawah sesuai jalur yang seharusnya. Tetapi, melompat keluar Perosotan Verruckt dan jatuh dalam keadaan hancur.

Percobaan itu benar-benar gagal. Dalam penyelidikan anggota Kepolisian Kansas, lebih jauh didapat informasi bahwa wahana tersebut pertama kali dijadwalkan dibuka pada Mei 2014. Serangkaian uji coba dilakukan, tetapi menuai kegagalan. Salah satunya, pernah dengan menggunakan sekarung pasir sebagai ganti penumpang, dan itu juga terbang keluar lintasan.

Akibatnya, taman bermain tersebut harus mengundur jadwal pembukaan menjadi Juli 2014. Tingkat keselamatan wahana diperbaiki. Disarankan untuk membuat sabuk pengaman yang melekat erat di wahana dan ada pembatasan berat. Dengan begitu, kecepatan meluncur di perosotan bisa dikurangi.

"Memang ada banyak masalah di bagian teknis kami. Banyak perhitungan matematis kami didasarkan pada pembuatan roller coster pada mulanya. Bukan untuk dijadikan perosotan air seperti ini. Tidak seorang pun pernah melakukan hal ini sebelumnya," ujar Kreator dan Wakil Pemilik Perosotan Verruckt, Jeff Henry, seperti dikutip dari Express, Jumat (12/8/2016).

Kini wahana perosotan air tertinggi di dunia yang dinobatkan Guiness Book of World Records itu sudah ditutup lagi sejak 8 Agustus. Keluarga korban pun meminta waktu untuk menenangkan diri dan menjauh dari ingar-bingar pemberitaan, sementara penyelidikan terus berlanjut. (Okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.