Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Thailand Gunakan Meriam Suara untuk Usir Warga Kamboja di Perbatasan

Internasional,

Thailand Gunakan Meriam Suara untuk Usir Warga Kamboja di Perbatasan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 27 Agu 2025 13:59
Berita satu.com
Militer Thailand menuduh warga dan tentara Kamboja menyusup ke desa perbatasan, memicu konfrontasi baru di tengah ketegangan yang belum reda. Thailand bahkan mengerahkan meriam suara untuk menghalau massa.

Wakil Menteri Pertahanan Thailand Natthaphon Nakphanich, pada Selasa (26/8/2025) menyatakan bahwa sekelompok warga sipil dan tentara Kamboja telah menyingkirkan kawat berduri yang dipasang tentara Thailand di Desa Ban Nong Chan, Provinsi Sa Kaeo, Thailand timur.

Menurutnya, Daerah Militer 1 Angkatan Darat Thailand menggunakan alat akustik jarak jauh (LRAD), atau dikenal sebagai meriam suara, untuk mencegah warga Kamboja masuk secara ilegal. Alat ini dapat mengeluarkan suara keras yang mengganggu, namun diklaim tidak menimbulkan cedera.

Natthaphon mengimbau warga Kamboja menghentikan aksi penyerbuan dan menegaskan bahwa Desa Ban Nong Chan adalah wilayah Thailand. Ia juga berharap polisi dapat dikerahkan guna mengendalikan situasi dan meredakan ketegangan di perbatasan.

Pejabat Thailand memperingatkan bahwa langkah pengendalian massa akan ditingkatkan secara bertahap jika konfrontasi terus berlanjut.

Juru bicara militer Thailand, Winthai Suvaree, menjelaskan bahwa Ban Nong Chan sebelumnya menampung pengungsi Kamboja beberapa dekade lalu, namun sebagian memilih tetap tinggal secara ilegal.

Sementara itu, otoritas Kamboja mengeklaim telah mengerahkan pasukan tak bersenjata dan pejabat lokal di Provinsi Banteay Meanchey untuk melindungi warga dari invasi tentara Thailand. Rekaman dari Desa Chok Chey di wilayah tersebut menunjukkan warga setempat berhadapan langsung dengan tentara Thailand.

“Kami hanya bereaksi karena khawatir dengan pemasangan kawat berduri dan bertekad melindungi tanah yang kami anggap sebagai milik sah,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata. 

Menurutnya, pasukan Kamboja tidak bersenjata dan hanya ditempatkan untuk menjamin keselamatan warga sipil.

Konflik di perbatasan kedua negara sebenarnya telah memanas sejak 24 Juli 2025, memicu bentrokan paling serius dalam lebih dari satu dekade. Sedikitnya 43 orang tewas dalam pertempuran itu.

Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada 28 Juli 2025, termasuk komitmen tidak menambah pasukan di perbatasan. Namun, ketegangan kembali meningkat pada 25 Agustus ketika tentara Thailand mencoba memasang kawat berduri di dekat Desa Chok Chey, yang langsung ditentang keras warga setempat dan pemerintah Kamboja.

Militer Thailand menuding Kamboja memanfaatkan warga sipil sebagai tameng. “Tanah itu milik Thailand, dan kawat berduri bukan untuk menandai perbatasan, melainkan demi keamanan,” ujar juru bicara militer Thailand.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jun 2026 11:47

    Polres Indragiri Hulu Gelar Bakti Sosial HUT Bhayangkara Ke-80

    Rengat-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan semba

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor