Kamis, 23 Apr 2026

Topan Rai Hancurkan 1,5 Juta Rumah di Filipina

Admin
Rabu, 26 Jan 2022 10:43
merdeka.com

Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) memperkirakan Topan Rai menghancurkan jutaan rumah saat menghantam Filipina pada Desember lalu, menewaskan lebih dari 400 orang.

Pada Selasa, IFRC menyampaikan penilaiannya mengindikasikan badai tersebut merusak 1,5 juta rumah, lebih dari topan manapun dalam beberapa dekade terakhir.

Rai, dengan kecepatan angin sampai 193 kilometer per jam, mendarat di kota Siargao yang terkenal dengan wisata selancarnya, sebuah pulau kecil di timur Mindanao dengan populasi sekitar 180.000 orang.

Menurut pemerintah provinsi, 90 persen lebih bangunan di pulau itu, termasuk sekolah dan balai kota, rusak parah.

Seluruh kota sejak saat itu hidup tanpa listrik dan masih tergantung pada generator elektrik dengan pasokan terbatas, sementara warga tinggal di bangunan sementara dan pusat evakuasi.

Di desa kecil Cangcohoy, 15 keluarga masih mengungsi di gedung sekolah setelah rumah mereka hancur, menurut saluran berita kabel Filipina, ANC. Banyak dari keluarga itu kehilangan mata pencaharian dan mereka saat ini bergantung pada bantuan untuk tetap bertahan hidup.

"Sebulan lebih sedikit sejak Topan Rai menghantam Filipina, tapi jutaan orang masih sangat memerlukan bantuan kemanusiaan, termasuk rumah, air bersih, kebutuhan pokok, dan perawatan kesehatan," jelas kepala IFRC Filipina, Alberto Bocanegra dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (26/1).

"Topan Super ini telah menyebabkan kerusakan besar, menghancurkan atau merusak lebih banyak rumah dari badai manapun dalam dekade terakhir," lanjutnya.

Dibandingkan Topan Super Haiyan pada 2013, yang menewaskan lebih dari 6.000 orang, Rai menyebabkan kerusakan yang lebih luas, menghantam pulau-pulau besar termasuk Bohol, Cebu, Negros, dan Palawan.

Menurut perkiraan, kerusakan yang disebabkan Rai mencapai USD 790 juta atau sekitar Rp 11,3 triliun.

"Ini bencana yang jauh lebih besar dari yang disadari dunia sebulan lalu," kata ketua Palang Merah Filipinan, Richard Gordon, yang juga seorang senator.

"Orang-orang yang bergantung pada pertanian, perikanan, dan pariwisata tidak bisa menghasilkan pendapatan saat ini. Jutaan orang tidak memiliki tempat tinggal," lanjutnya.

Menurut IFRC, USD 22 juta atau Rp 315 miliar diperlukan untuk membantu lebih dari 400.000 orang selama 24 bulan.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.