Kamis, 23 Apr 2026

Internasional

Tradisi dan Keberagaman Indonesia Dipamerkan di Rusia

Jumat, 31 Mei 2019 09:38
Pameran foto dan buku tentang Indonesia di Rusia (Foto: Dok. KBRI Moskow)
MOSKOW - Seorang fotogrfer dan traveler, Sergey Kovalchuk menggelar pameran foto dan peluncuran buku mengenai Indonesia. Foto yang dipamerkan hasil ekspedisi ke Indonesia "Indonesia. The Territory of Ancient Traditions (Indonezia. Territoria Vekovykh Traditsii)".

Pameran tersebut digelar di State Museum of Oriental Art, Kota Moskow, Rusia, Rabu (29/5/2019). Pameran berlangsung selama 19 hari dari tanggal 29 Mei hingga 16 Juni 2019.

Ukuran koleksi foto yang dipamerkan cukup besar, 300 x 208 cm dan 208 x 140 cm menghiasi taman Museum tersebut. Pengunjung dapat langsung melihat dengan jelas foto-foto yang menarik ini walau dari jarak yang agak jauh. Di antara foto-foto tersebut ada yang menggambarkan tradisi lompat batu di Nias, perayaan Idul Fitri, pertunjukan kesenian Bali, tradisi masyarakat Papua, Pacu Jawi atau balapan sapi Minangkabau, dan lainnya.

Tak hanya foto, Sergey Kovalchuk menuliskan buku tentang Indonesia yaitu "Indonesia. The Territory of Ancient Traditions". Buku setebal 484 halaman ini menggambarkan keanekaragaman budaya dan tradisi Indonesia yang banyak di antaranya adalah tradisi yang muncul sejak jaman dahulu kala. Buku yang dicetak dengan menggunakan kertas coated berkualitas tinggi ini memuat sekitar 700 foto yang dilengkapi dengan keterangan pada setiap fotonya.

Melalui buku tersebut, Sergey Kovalchuk ingin menyampaikan kepada pembaca mengenai koleksi fotonya yang menarik tentang tradisi perayaan, ritual, upacara adat, perlombaan dan pertunjukan, tarian dan musik, serta kehidupan masyarakat Indonesia.

Dubes Indonesia untuk Rusia M Wahid Supriyadi mengatakan Indonesia adalah negara yang unik dengan keanekaragaman budaya dan tradisi. Apa yang disaksikan di sini adalah sisi lain dari tradisi Indonesia.

Dubes Wahid mendukung upaya Sergey Kovalchuk dalam penyelenggaraan pameran foto tentang Indonesia di Rusia. Kegiatan ini dapat lebih memberikan pemahaman budaya dan tradisi Indonesia kepada masyarakat Rusia.

"Pameran foto ini merupakan momen yang sangat bagus untuk memulai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia tahun 2020. Saya juga mengundang Sergey Kovalchuk untuk memamerkan hasil karyanya pada ajang Festival Indonesia tanggal 1-4 Agustus tahun ini di Moskow," kata Dubes Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (31/5/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 150 orang tamu undangan, termasuk juru foto dan juru berita. Acara dihadiri juga oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, Direktur ASEAN Center MGIMO Victor Sumsky, Direktur Eksekutif Lembaga Kerja Sama Persahabatan Rusia dengan Indonesia (LKPI) Mikhail Kuritsyn, dan Wakil Pertama Direktur Jenderal State Museum of Oriental Art Tatyana Metaksa.

Sergey Kovalchuk sudah beberapa kali berkunjung dan blusukan ke berbagai wilayah Indonesia dari ujung barat pulau Sumatera hingga timur pulau Papua. Sergey Kovalchuk pertama kali ke Indonesia tahun 2010, menyelenggarakan pameran foto tentang Indonesia di Moskow tahun 2011, dan bahkan menerbitkan buku foto tentang Indonesia.

Pada tahun 2015 Sergey Kovalchuk berkunjung lagi ke Indonesia dan setelah kunjungannya itu muncul keinginan untuk kembali mendalami budaya dan tradisi Indonesia. Pada periode tahun 2016-2019 Sergey Kovalchuk bersama timnya berkunjung ke Indonesia sebanyak 12 kali. Mereka keliling berbagai wilayah Indonesia mempelajari budaya, tradisi dan mengabadikannya melalui jepretan foto-foto.

"Indonesia adalah negara yang sangat penting. Saya sangat menyukai Indonesia," kata Sergey Kovalchuk dalam acara pembukaan pameran dan peluncuran bukunya.

Sergey Kovalchuk menjelaskan bahwa pembuatan buku ini membutuhkan proses yang cukup panjang, termasuk diskusi dengan tim dan sejumlah pihak lainnya. Berbagai gagasan muncul, namun akhirnya tertuju pada tradisi masyarakat Indonesia yang masih ada dan terlestarikan. Oleh karena itu, buku tersebut diberi judul "Indonesia. The Territory of Ancient Traditions".



Sumber: detik.com

Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.