- Home
- Internasional
- Trump Puji Putin yang Menolak Balas Pengusiran Diplomat AS
Internasional
Trump Puji Putin yang Menolak Balas Pengusiran Diplomat AS
Sabtu, 31 Des 2016 11:40
Ia lebih memilih untuk menunggu pemerintahan AS yang baru di bawah Partai Republik. Trump diketahui akan resmi menjadi penguasa Gedung Putih tiga pekan lagi.
"Langkah bagus untuk mengundur oleh Vladimir Putin. Saya selalu tahu kalau dia pria yang sangat cerdas!," sanjung juragan real estate New York tersebut dalam akun Twitternya, seperti disunting dari The Guardian, Sabtu (31/12/2016).
Senada dengan Trump, media massa di Negeri Beruang Merah juga mengagung-agungkan keputusan Putin sebagai langkah yang bijak. Dia tidak termakan umpan kampanye anti-Rusia yang dilakukan pemerintahan Obama dan lebih memilih memandang ke depan.
Alih-alih balas dendam, Putin menolak usulan pengusiran diplomat AS di Rusia. Dia seolah berbesar hati menerima penghinaan tersebut dengan harapan hubungan kedua negara akan membaik saat Trump naik ke tampuk kekuasaan.
"Kami berhak untuk membalas, tetapi kami tidak akan tenggelam sampai ke tingkat diplomasi yang tidak bertanggung jawab. Kami akan mengambil langkah lebih lanjut untuk pemulihan hubungan Rusia-AS berdasarkan kebijakan Presiden terpilih Donald Trump," tegas Putin sebelum ini.
Dia juga meyakinkan tidak ingin menjadi seperti Obama yang mengorbankan perasaan diplomat asing beserta keluarga mereka demi kepentingan politik menjelang perayaan tahun baru. Seraya menyindir, Putin menyampaikan, "Kami tidak akan melarang keluarga dan anak-anak diplomat AS menghabiskan liburan Tahun Baru 2017 dengan nuansa kerepotan. Selain itu, saya mengajak anak-anak dari semua delegasi AS di Rusia untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di Kremlin."
Selain itu, Putin mengatakan, ia menyesalkan tindakan Presiden AS Barack Obama yang mengakhiri masa jabatannya 'sedemikian rupa'. Namun, Putin tetap memberi ucapan selamat tahun baru untuk seluruh rakyat Amerika dan Presiden terpilih Donald Trump beserta keluarga.
Sebelumnya, 35 diplomat Rusia diminta untuk meninggalkan AS dan memerintahkan penutupan Kedubes Rusia dan Konsulat Rusia di San Fransisco. Para diplomat dan keluarganya diberi waktu sekira 72 jam untuk meninggalkan Negeri Paman Sam tersebut. (okezone.com)
Internasional
Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.
Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.
Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati
Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa
Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana
Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas
Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan
I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir
Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor