Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Ukraina Hantam Donbass dengan Mortir, Hancurkan Bangunan Tewaskan Setidaknya 2 Orang

Ukraina Hantam Donbass dengan Mortir, Hancurkan Bangunan Tewaskan Setidaknya 2 Orang

Admin
Senin, 21 Feb 2022 16:11
okezone.com

KIEV - Pasukan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) yang memproklamirkan diri di Ukraina timur pada Senin (21/2/2022) melaporkan bahwa militer Ukraina terus menigintensifkan serangan artileri di wilayah yang dikenal sebagai Donbass itu. 

Dalam pernyataan kepada Pusat Bersama untuk Kontrol dan Koordinasi pada rezim gencatan senjata (JCCC) pada Senin DPR dan LPR, yang didukung Rusia, mengatakan bahwa pasukan Kiev menembaki daerah Prymiske, sebuah komunitas dacha di LPR dengan mortir. Serangan itu menyebabkan setidaknya satu rumah hancur total. Militer Ukraina juga melepaskan 12 tembakan mortir kaliber 122 mm ke Zaihenko, di DPR pada Senin dini hari waktu setempat.. (Foto: Sputnik)

Dua sekolah di Donestk, wilayah DPR juga dilaporkan tak luput dari serangan Ukraina, menyebabkan kerusakan di sejumlah ruang kelas.

Setidaknya dua orang, termasuk seorang warga sipil telah tewas akibat tembakan mortir militer Ukraina sejak akhir pekan lalu. Seorang penambang dilaporkan tewas terkena tembakan saat menunggu bus ke tempat kerjanya pada Senin.

"Sebagai akibat penembakan mortir 120 mm dari posisi brigade mekanis ke-54 desa tambang Trudovskaya, seorang warga sipil tewas di halte angkutan umum, seorang penambang yang akan pergi ke tambang untuk shift pagi," demikian dilaporkan milisi rakyat DPR sebagaimana dilanir Sputnik.

Seorang tentara milisi DPR tewas dan seorang lainnya terluka serius akibat hantaman mortir pasukan Ukraina.

Pemantau dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa pada Sabtu (19/2/2022) mencatat hampir 2.000 pelanggaran gencatan senjata di Ukraina timur. Lebih dari 61.000 orang telah mengungsi dari Donbass ke Rusia sejak akhir pekan lalu.

Pemerintah Ukraina dan pasukan separatis, yang memproklamirkan diri sebagai DPR dan LPR, telah berperang di Ukraina timur sejak 2014. Konflik antara kedua belah pihak berawal dari penggulingan pemerintah Ukraina dalam revolusi yang didukung Barat pada 2014.)

Meningkatnya konflik di Ukraina timur terjadi di tengah ancaman invasi Rusia ke Ukraina yang terus didengungkan sekutu Barat Kiev. Rusia telah berulangkali membantah merencanakan serangan ke Ukraina meski menumpuk ratusa ribu pasukan di perbatsan kedua negara.

Pada Minggu (20/2/2022), Istana Kepresidenan Prancis mengumumkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah sepakat untuk mengadakan pertemuan puncak untuk membahas masalah yang berkaitan dengan stabilitas strategis dan keamanan di Eropa di tengah memburuknya ketegangan di kawasan itu.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.