Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Ulama Afghanistan Diserang, Pemerintah Minta Masjid Dijaga Aparat Bersenjata

Internasional

Ulama Afghanistan Diserang, Pemerintah Minta Masjid Dijaga Aparat Bersenjata

Selasa, 28 Mei 2019 10:56
Ulama Samiullah Raihan tewas terkena ledakan bom di kompleks masjid di Kabul. (EPA)
KABUL - Para pejabat di Kementerian Urusan Haji di Afghanistan meminta supaya masjid di seluruh pelosok negeri dijaga oleh aparat keamanan bersenjata menyusul serangkaian serangan terhadap ulama.

Pada hari Senin (27/05), bom meledak di atas bus mini yang membawa para pegawai Kementerian Agama di Kabul yang menyebabkan setidaknya sepuluh orang luka-luka. Satu laporan menyebutkan seorang di antaranya dalam keadaan kritis.

Sehari sebelumnya, ulama bernama Shabir Ahmad Kamawi, tewas ditembak.

Pada hari Jumat (24/05), Samiullah Raihan, ulama terkemuka yang dikenal menentang bom bunuh diri, tewas terkena ledakan bom di kompleks masjid.

Polisi di Kabul mengatakan selain Raihan tiga jemaah tewas sementara sedikitnya 16 orang mengalami luka-luka.

Serangan terhadap ulama terjadi ketika kelompok perlawanan Taliban dan milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mempergencar aksi mereka baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.

Wakil Khusus PBB untuk Afghanistan, Tadamichi Yamamoto, mengatakan serangan yang sengaja diarahkan ke warga sipil bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Serangan terhadap masjid, terutama di bulan Ramadan, kata Yamamoto, adalah kejam dan mengerikan.

Ia menyebut konflik di Afghanistan makin intensif dan warga sipil menjadi pihak yang mengalami dampak terbesar.

Ia mendesak semua pihak untuk meningkatkan perlindungan bagi warga sipil.

Para pengamat mengatakan ulama-ulama yang secara terbuka menentang bom bunuh diri dan serangan bersenjata menjadi sasaran serangan kelompok-kelompok militan di Afghanistan.

Editor Asia Selatan BBC, Jill McGivering, mengatakan insiden-insiden ini mengingatkan bahwa, dari sisi keamanan, Afghanistan masih rawan dan bahwa ulama memiliki pengaruh yang besar di ruang publik.




Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.