Kamis, 23 Apr 2026

Vladimir Putin: Rusia Tidak Ingin Perang di Eropa

Admin
Rabu, 16 Feb 2022 11:58
merdeka.com

Presiden Rusia, Vladimir Putin menyampaikan Rusia tentu tidak ingin perang di Eropa, tapi masalah keamanan harus ditangani dan ditanggapi serius.

Komentar Putin itu disampaikan ketika pasukan Rusia ditarik dari perbatasan dengan Ukraina, isyarat pertama dari Moskow terkait kemungkinan deeskalasi ketegangan. Namun menurut para pemimpin Barat, belum ada bukti terkait penarikan pasukan itu.

"Apakah kami menginginkan ini atau tidak? Tentu, tidak. Itulah mengapa kami mengajukan permintaan untuk sebuah proses negosiasi," jawab Putin ketika ditanya terkait kemungkinan perang, dikutip dari BBC, Rabu (16/2).

Pernyataan itu disampaikan Putin saat bertemu dengan Kanselir Jerman, Olaf Scholz di Moskow. Kedua pemimpin ini menggelar pertemuan selama empat jam dan Scholz merupakan pemimpin Barat terakhir yang berkunjung ke Moskow sebagai upaya menurunkan ketegangan.

Penempatan pasukan Rusia di wilayah perbatasan dengan Ukraina memicu kekhawatiran negara itu akan melakuan invasi.

Putin selalu membantah pihaknya merencanakan serangan, namun ketegangan meningkat sejak November, ketika pasukan Rusia mulai memenuhi daerah perbatasan.

Rusia memiliki kedekatan kultural dan sejarah dengan Ukraina, yang merupakan bekas Uni Soviet. Putin ingin kepastikan bahwa negara tetangganya itu tidak akan bergabung dengan aliansi militer Barat, NATO karena dia melihat ekspansi itu sebagai ancaman bagi Rusia. Namun NATO menolak permintaan tersebut.

Putin dan Scholz berdebat ketika Putin mengatakan ada preseden perang di Eropa - konflik di negara bekas Yugoslavia pada 1990-an - yang disebut dilancarkan NATO terhadap Serbia tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB.

Scholz mengatakan situasinya berbeda karena saat itu ada ancaman genosida oleh Serbia terhadap orang non-Serbia, yang disebut Putin terjadi di wilayah Donbas, Ukraina Timur, di mana Rusia mendukung kelompok separatis yang juga merupakan sebuah genosida terhadap etnis Rusia.

Scholz kemudian menyampaikan kepada wartawan, Putin keliru menggunakan kata "genosida" dalam kasus ini.

Putin juga mengatakan, NATO sejauh ini gagal memenuhi permintaan "dasar" Rusia terkait masalah keamanan. Dia meminta isu Ukraina bergabung NATO itu dipenuhi sekarang.

Scholz mengatakan penempatan pasukan "tidak dapat dipahami", tapi masih ada kesempatan solusi diplomatik bisa meredakan ketegangan.

"Saya mengungkapkan bahwa penempatan pasukan dinilai sebagai sebuah ancaman," ujarnya kepada media.

"Tentu kami sangat prihatin, ada lebih dari 100.000 pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina, dan bagi kami ini tidak dapat dipahami."

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.