Kamis, 23 Apr 2026

WHO: Tak Ada Bukti Anak-Anak dan Remaja Perlu Booster Covid

Admin
Rabu, 19 Jan 2022 10:45
merdeka.com

Tidak ada bukti saat ini bahwa anak-anak yang sehat dan remaja memerlukan suntikan booster vaksin Covid-19, menurut penjelasan kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan pada Selasa.

Dalam konferensi pers, dia mengatakan tampaknya ada beberapa penurunan kekebalan vaksin dari waktu ke waktu terhadap varian Omicron yang menyebar dengan cepat dari virus corona, tapi diperlukan penelitian lebih banyak untuk memastikan siapa yang memerlukan dosis booster atau penguat.

"Tidak ada bukti saat ini bahwa anak-anak yang sehat atau remaja memerlukan booster. Tidak ada bukti sama sekali," jelasnya, dikutip dari Reuters, Rabu (19/1).

Israel telah mulai memberikan suntikan booster kepada anak-anak mulai usia 12 tahun dan FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) awal bulan ini mengizinkan pemberian dosis ketiga vaksin Covid Pfizer kepada anak-anak berusia 12 sampai 15 tahun.

Pekan lalu, Jerman menjadi negara terbaru yang merekomendasikan semua anak-anak berusia antara 12 dan 17 tahun menerima suntikan booster. Hal yang sama juga dilakukan Hungaria.

Swaminathan menyampaikan, sekelompok ahli ternama WHO akan menggelar pertemuan pekan ini untuk mempertimbangkan pertanyaan spesifik bagaimana negara-negara seharusnya membuat pertimbangan untuk memberikan suntikan booster kepada populasi anak-anak.

"Tujuannya adalah untuk melindungi yang paling rentan, untuk melindungi mereka yang paling berisiko tinggi terkena penyakit parah dan meninggal. Mereka adalah populasi lansia kita, orang-orang dengan masalah imun dengan penyakit bawaan, tapi juga para tenaga kesehatan," pungkasnya. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.