229 Sapi di Pelalawan Terinfeksi PMK Agustus Ini, 2 Mati dan 3 Dipotong Paksa, Ini Data Lengkapnya
Admin
Selasa, 30 Agu 2022 09:34
PELALAWAN- Sebanyak 229 ekor sapi di Kabupaten Pelalawan telah terinfeksi Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga Senin (29/8/2022), terhitung sejak penyakit PMK masuk ke Pelalawan pada awal Bulan Juli lalu.
Jumlah itu berdasarkan data milik Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) yang melakukan penanganan dalam dua bulan terakhir.
Virus PMK telah menyebar di enam kecamatan dan menyerang ternak sapi milik warga.
Sebagian diantaranya telah dinyatakan sembuh, sedangkan sebagian lainnya masih mengidap PMK.
Semua ternak yang terinfeksi hanya satu jenis yakni sapi, sedangkan kerbau maupun ternak lainnya belum terdeteksi.
"Data terakhir ada 229 ekor sapi yang tertular PMK, tapi sebagian besar telah sembuh. Kita sedang menangani sisa yang belum sembuh," ungkap Kepala Disbunak Pelalawan, Akhtar SE , Senin (29/8/2022).
Akhtar merincikan, dari 229 sapi yang terinfeksi PMK sebanyak 121 ekor diantaranya telah dinyatakan sembuh.
Sedangkan 2 ekor sapi mati akibat virus tersebut dan 3 ekor lainnya dipotong secara paksa oleh pemiliknya setelah tertular.
Berarti tinggal 103 ekor sapi yang belum sembuh sampai saat ini dan masih dalam penanganan tim yang telah dibentuk Disbunak di setiap kecamatan.
Adapun sebaran sapi yang terinfeksi virus PMK yakni Kecamatan Bandar Petalangan 16 ekor, Ukui 89 ekor, Kerumutan 51 ekor, Pangkalan Kuras 14 ekor.
Kemudian Kecamatan Pangkalan Kerinci 5 ekor dan Pangkalan Lesung yang paling banyak yaitu 54 ekor.
"Sapi yang tertular itu merupakan milik 36 peternak di 6 kecamatan.Tungkat kesembuhan bsudah mulai tinggi," tutur Akhtar.
Tingginya tingkat kesembuhan itu didorong oleh penanganan yang intensif dari petugas kesehatan hewan dari Disbunak, kegigihan peternak, serta langkah-langkah yang antisipasi penyebaran virus PMK sejak pertama kali muncul.
Didukung juga dengan program vaksinasi PMK yang terus dijalankan oleh petugas di lapangan.
Dikatakannya, setiap sapi yang terinfeksi PMK langsung diasingkan kandangnya supaya tidak menular ke ternak lainnya.
Kemudian melokalisir tempat antara sapi yang sehat dan sakit.
Selanjutnya penyemprotan disinfektan di semua kandang guna mencegah virus tersebut.
Terakhir pemberian vaksin PMK kepada semua sapi baik yang sakit maupun sehat.
Akhtar menyampaikan, sampai saat ini pihaknya telah memvaksin 2.695 ekor sapi yang tersebar di Kecamatan Ukui, Kerumutan, Pangkalan Kuras, Pangkalan Lesung, Langgam, dan Bandar Seikijang.
Sebanyak 596 ekor diantaranya telah mendapatkan vaksin booster atau dosis kedua.
Berarti sudah 3.290 dosis vaksin PMK yang telah direalisasikan ke ternak.
"Vaksin PMK kita masih ada 300 dosis lagi untuk disuntikkan ke ternak warga," tandasnya.