sehat
Benarkah Pijat Pelipis dan Belakang Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala?
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 14 Jun 2026 18:01
JAKARTA - Banyak orang secara refleks memijat area pelipis, pangkal tengkorak, atau belakang pundak saat mengalami sakit kepala. Ternyata, kebiasaan tersebut bukan sekadar sugesti, melainkan memiliki penjelasan medis yang berkaitan dengan saraf, otot, dan aliran darah.
Dokter umum sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa memijat beberapa titik tertentu memang dapat membantu meredakan nyeri kepala yang disebabkan oleh ketegangan otot.
“Ini alasan kenapa pas sakit kepala, bawaannya pengen nekan belakang kepala, terus pijat area pelipis atau minta pijat pundak. Ternyata ada penjelasan medisnya,” kata dr. Cecep.
Menurutnya, menekan bagian cekungan di pangkal tengkorak selama sekitar satu menit dapat memberikan sinyal penghambatan pada saraf leher. Kondisi tersebut membuat otot menjadi lebih rileks sehingga rasa nyeri yang muncul ikut berkurang.
“Pertama, tekan cekungan pangkal tengkorak ke atas, tahan semenit. Ini memberi sinyal hambat ke saraf leher. Otot rileks, nyeri ikut turun,” ujarnya.
Selain itu, memijat area pelipis juga dapat membantu mengurangi rasa sakit kepala. Caranya dengan merapatkan gigi hingga otot di sekitar pelipis terasa menonjol, lalu memijatnya secara perlahan menggunakan dua jari selama kurang lebih satu menit.
“Lanjut pelipis, rapatkan gigi sampai terasa otot yang menonjol. Putar dua jari pelan di area itu selama semenit. Fungsinya memutus sinyal nyeri dari rahang ke otak,” jelasnya.
Pijatan Pundak
Sementara itu, pijatan pada bagian belakang pundak atau otot bahu juga dinilai efektif untuk membantu meredakan ketegangan. Teknik ini dikenal sebagai ischemic compression, yakni memberikan tekanan pada otot untuk sementara waktu sebelum dilepaskan kembali.
“Terakhir, capit dan tahan kuat gumpalan otot pundak selama semenit, bergantian kanan dan kiri. Ini namanya ischemic compression. Aliran darah ditahan sementara, lalu saat dilepas darah segar mengalir membawa oksigen yang membantu melemaskan otot,” tutur dr. Cecep.
Meski dapat membantu meredakan sakit kepala akibat ketegangan otot, dr. Cecep mengingatkan bahwa metode tersebut hanya bersifat sementara. Jika sakit kepala terjadi berulang, semakin berat, atau tidak kunjung membaik, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
“Tapi kalau sakitnya menetap, tetap harus diperiksa langsung,” pungkasnya.