Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Ini Saran Guru Besar FKUI
Admin
Senin, 07 Jun 2021 14:28
SEKOLAH tatap muka rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli mendatang. Kebijakan ini memicu para ahli kesehatan bersuara.
Salah satunya datang dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Menaldi Rasmin yang menilai bahwa tren kasus varian baru Covid-19 harus menjadi perhatian utama semua pihak.
Ia coba membandingkan kondisi tatap muka perkantoran dengan sekolah yang sangat berbeda. Ya, pada tatap muka perkantoran, baginya orang dewasa bisa diatur. "Nah, kalau anak sekolah yang notabene masih anak-anak dan remaja, jiwa mereka masih ingin bermain. Ini harus diperhatikan betul-betul," sambungnya.
Sampai saat ini, kasus anak pada kejadian Covid-19 memang tak begitu banyak terdengar, kalau si anak tak memiliki komorbid. Padahal, banyak kasus orang dewasa terpapar Covid-19 karena virusnya dibawa oleh anak-anak.
"Jadi, anak-anak memang terkesan tak banyak yang sakit, tapi mereka membawa virus, sehingga jika ingin sekolah tatap muka, harus dengan peraturan yang sangat ketat mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi," sarannya.
Jika pilihan daring masih memungkinkan untuk dilakukan, sambung Prof Menaldi, maka lakukan sekolah daring dulu saja. "Selama peta virusnya belum jelas, ada baiknya sekolah daring saja jika memungkinkan," tambahnya.
Sejalan dengan Prof Menaldi, Ahli Kesehatan Prof Ari Fahrial Syam pun memiliki pandangan yang tak jauh berbeda. Namun, ada sedikit tambahan yang menurutnya penting juga sebagai upaya pencegahan penyebaran virus di antara murid dan guru, serta pihak lain yang akan terlibat dalam sekolah tatap muka.
"Adalah vaksinasi. Ya, ada baiknya sebelum sekolah tatap muka berlangsung, semua guru sudah divaksinasi Covid-19. Sebab, tak bisa dipungkiri penurunan kasus yang terjadi belakangan ini pun ada peran vaksinasi di dalamnya. Bahkan, nantinya anak-anak pun bisa divaksin dan ini akan semakin kuat melawan Covid-19," tambah Prof Ari.