Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • 10 Negara yang Warganya Doyan Belanja Online, Ada Indonesia?

Lifestyle

10 Negara yang Warganya Doyan Belanja Online, Ada Indonesia?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 15:17
okezone.com
Daftar sepuluh negara yang warganya doyan belanja online. Apakah ada Indonesia?

Amerika Serikat menjadi negara dengan tingkat belanja daring tertinggi di dunia, mencatat 33,7% dari total belanja ritel dilakukan secara online. Tiongkok berada tepat di belakangnya dengan 31,2%, mencerminkan ekosistem e-commerce yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur logistik hingga sistem pembayaran digital yang sudah mapan di kedua pasar raksasa tersebut.

Persentase ini hampir dua kali lipat dari yang dilaporkan banyak negara maju lainnya. Ini menegaskan dominasi AS dan Tiongkok dalam kebiasaan belanja digital. Keberhasilan kedua negara tersebut tidak terlepas dari kombinasi penetrasi internet yang tinggi, kebiasaan konsumen yang semakin nyaman bertransaksi online, serta dukungan platform e-commerce besar seperti Amazon, eBay, dan Walmart di AS, serta Alibaba, JD.com, dan Pinduoduo di Tiongkok.

Rata-Rata Global Masih Rendah
Secara global, tingkat belanja online rata-rata berada di 17,3%, menandakan sebagian besar negara masih bergantung pada ritel konvensional. Di pasar besar seperti Uni Eropa dan sebagian wilayah Asia, penetrasi belanja daring umumnya berkisar 10"25%. Meski menunjukkan adanya peningkatan adopsi digital, angka tersebut belum cukup untuk menjadikannya perilaku belanja universal.

Menurut pengamat industri, rendahnya angka ini di beberapa wilayah dipengaruhi oleh faktor seperti preferensi berbelanja langsung di toko, kekhawatiran terhadap keamanan transaksi daring, dan belum meratanya layanan logistik yang cepat serta andal.

Potensi Besar di Negara Berkembang
Banyak negara berkembang masih berada di bawah rata-rata global akibat hambatan logistik, kesenjangan infrastruktur, dan penetrasi internet yang terbatas. Di beberapa kawasan, kecepatan internet yang rendah, biaya data yang tinggi, dan distribusi jaringan yang belum merata menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk beralih ke belanja online.

Meski begitu, wilayah-wilayah ini memiliki potensi pertumbuhan signifikan. Seiring meningkatnya ketersediaan jaringan 4G dan 5G, harga smartphone yang semakin terjangkau, serta kemajuan layanan pembayaran digital seperti dompet elektronik dan transfer instan, peluang untuk memacu pertumbuhan e-commerce semakin besar.

Tantangan dan Langkah yang Dibutuhkan
Untuk mempersempit kesenjangan ini, para pelaku industri menilai diperlukan upaya bersama antara pemerintah, perusahaan logistik, dan platform e-commerce. Peningkatan infrastruktur transportasi, penguatan jaringan internet, serta edukasi konsumen mengenai keamanan bertransaksi daring menjadi langkah penting.

“Negara berkembang bisa menjadi pasar e-commerce yang sangat besar di masa depan, tetapi hanya jika hambatan-hambatan fundamental ini diatasi,” ujar seorang analis pasar digital.

Dengan semakin luasnya akses internet dan perangkat seluler, serta meningkatnya kepercayaan terhadap pembayaran online, perdagangan elektronik di negara-negara berkembang diprediksi dapat melonjak pesat dalam beberapa tahun mendatang, mengubah peta persaingan global dan membuka peluang bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Peringkat 10 Negara dengan Penetrasi Belanja Online Tertinggi
Berdasarkan data terbaru, inilah daftar negara yang memimpin dalam penetrasi belanja ritel secara daring:

Amerika Serikat: 33,7%

Tiongkok: 31,2%

Inggris Raya: 23,2%

Korea Selatan: 22,0%

Belanda: 20,9%

Kanada: 17,9%

Jepang: 16,2%

Italia: 14,9%

Jerman: 14,6%

Norwegia: 14,5%.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.