Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • 3 Cara Mudah Mengajarkan Anak Puasa Ramadan Menurut Psikolog

Keluarga

3 Cara Mudah Mengajarkan Anak Puasa Ramadan Menurut Psikolog

Sabtu, 11 Mei 2019 15:27
Shutterstock

JAKARTA - Anak yang belum aqil baliqh atau puber memang tidak diwajibkan puasa Ramadan. Namun, sebagai orangtua sudah dapat mengenalkan puasa kepada anak sedini mungkin.

Agar begitu sudah aqil baligh dan wajib puasa anak sudah terbiasa melakukan puasa satu bulan penuh. Lalu apa yang harus diajarkan orangtua kepada anaknya mengenai puasa?

Psikolog, Intan Erlita, M.Psi, menjelaskan hal pertama yang dapat diajarkan orangtua ialah mulailah mengenalkan suasana Ramadan, sesuai dengan bahasa anak agar mudah dipahami.

"Biarkan mereka mengenali suasana terlebih dahulu. misalnya puasa itu ada sahur. Jika ia terbangun saat sahur ceritakan apa itu sahur, biasanya nantinya anak akan ikut-ikutan puasa. Walaupun pagi-pagi sudah minta susu," ujar Psikolog Intan, saat dihubungi redaksi Fimela.

Intan menambahkan, begitu pun ketika berbuka puasa, ajak anak untuk menyiapkan makanan berbuka, ketika adzan ajak anak untuk ke meja makan untuk berbuka bersama-sama. Biarkan anak merasakan dengan cara dia sendiri.

"Hal ini memudahkan dia ketika masuk ke usia berpuasa, ia pun akan terbiasa, dan siap ketika sudah masuk umur wajib puasa," paparnya.

Yang kedua Intan mengatakan yang perlu digaris bawahi ialah jangan memaksakan anak berpuasa satu hari penuh apalagi ketika anak belum masuk usia aqil baliqh. Sebaiknya, ajarkan anak secara perlahan dan bertahap.

Sebab, bila dipaksaan nantinya si kecil akan tidak menyukai bulan Ramadan. "Kalau belum usia wajib puasa seperti anak balita, TK, SD itu jangan dipaksa. Nantinya ia justru kesal sama bulan Ramadan karena terpaksa harus menahan lapar dan haus," tambahnya.

Ketiga, orangtua bisa menceritakan melalui dongeng apa itu puasa Ramadan. Jadi sebagai orangtua kita harus memikirkan bagaimana mengajarkan anak puasa dengan cara menyenangkan tanpa memaksaan si kecil.

"Jadi mengenal puasa itu ada prosesnya dan bertahap. Jadi bukan hanya suasa lebaran saja yang ia rasakan, tapi kita ajakarkan sebelum lebaran kita harus melwati proses puasa satu bulan penuh," tutupnya.


Sumber: Fimela.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 13:06

    7 Fakta BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

    JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank In

  • Minggu, 21 Jun 2026 13:05

    PLN Percepat Pemulihan Pembangkit, Pasokan Batu Bara Diperkuat

    JAKARTA â€" PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah-langkah pengamanan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa, melalui percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan op

  • Minggu, 21 Jun 2026 13:01

    Ngeri! Wanita 52 Tahun Kena Kanker Kulit Karena Sering Menicure

    JAKARTA - Perawatan kuku dengan cat gel dan lampu UV memang menjadi tren kecantikan yang digemari banyak wanita. Namun, sebuah laporan medis mengungkap kasus mengejutkan seorang wanita berusia 52

  • Minggu, 21 Jun 2026 12:55

    Tiba-Tiba Panik Lupa Matiin Kompor hingga Kunci Pintu saat Pergi? Ini Penjelasan Medisnya dari Dokter

    JAKARTA â€" Pernah merasa panik di tengah perjalanan karena tiba-tiba ragu apakah kompor sudah dimatikan atau pintu rumah sudah dikunci? Meski sering dikaitkan dengan gejala pikun, kond

  • Minggu, 21 Jun 2026 12:52

    Tips Pakai Rosemary Oil untuk Perawatan Rambut, Biar Optimal

    JAKARTA â€" Rosemary oil semakin populer sebagai salah satu bahan alami untuk membantu menjaga kesehatan rambut dan mengurangi kerontokan. Namun, tidak sedikit orang yang merasa hasil p

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.