Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • 4 Alasan Orang Tetap Bertahan meski Pernikahan Tidak Bahagia

Keluarga

4 Alasan Orang Tetap Bertahan meski Pernikahan Tidak Bahagia

Kamis, 24 Jan 2019 09:34
okezone.com

BERKOMITMEN untuk menghabiskan hidup bersama pasangan bukanlah keputusan yang mudah dibuat. Adalah hal yang wajar jika dalam pernikahan terjadi kesulitan dan drama yang menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan rumah tangga.

Beberapa pasangan mungkin mengalami masalah dalam pernikahannya yang bahkan bisa berujung dengan perpisahan. Namun, tak sedikit pula yang akhirnya berpegang pada pernikahan mereka meskipun tidak bahagia karena berbagai alasan.

Melansir Hindustan Times, Kamis (24/1/2019), berikut adalah alasan mengapa orang-orang terus hidup dalam pernikahan yang tidak bahagia.

Memiliki efek pada seorang individu

Pernikahan yang tidak bahagia dapat memengaruhi Anda dalam berbagai cara dan Anda bahkan tidak akan menyadarinya. Dr PD Lakdawala, psikiater, Rumah Sakit Bhatia mengatakan bahwa pernikahan yang tidak bahagia memengaruhi orang secara profesional, pribadi dan sosial. Mereka juga dapat mengembangkan masalah kesehatan seperti tekanan darah, gula, masalah jantung, dan lain-lain.

Efek pada anak-anak

Anak-anak belajar dengan mengamati hal-hal di sekitar mereka. Pernikahan yang tidak bahagia dan beracun dapat membahayakan jiwa emosional anak. Dr Manjiri Deshpande, psikiater anak di Docterz mengatakan, Anak-anak yang menyaksikan pernikahan yang tidak bahagia, akan menanggung kecemasan emosional setiap hari.

Mereka secara spontan akan merasakan penderitaan dan ketidaknyamanan orang tua mereka dan merasakan hubungan tanpa emosi mereka dan kurangnya kasih sayang dan keintiman. Dalam kebanyakan kasus, anak-anak mulai menyalahkan diri mereka sendiri atas pernikahan orang tua yang hancur.

Masa depan seorang anak

Anda mungkin tinggal dalam pernikahan yang tidak bahagia karena alasan Anda sendiri, tetapi ketika Anda memilih untuk berpisah, Anda bisa menghancurkan anak Anda saat ini dan masa depannya. Deshpande mengungkapkan, ketika anak-anak dewasa, mereka bisa takut untuk menjalin hubungan dan menggeneralisasi bahwa semua hubungan berakhir dengan cara yang sama.

Mereka terlalu terikat pada satu orangtua dan mulai tidak menyukai orangtua yang lain. Anak-anak tersebut berisiko mengalami gangguan mood, penyalahgunaan zat, gangguan oposisi, gangguan kepribadian, dan banyak lainnya. Anak-anak mungkin belajar meninggalkan kepositifan dan mengharapkan yang terburuk.

Memengaruhi hubungan anak-anak Anda

Mereka yang tetap bertahan meskipun dalam pernikahan yang tidak bahagia, seringkali khawatir tentang efek dari perpisahan atau perceraian pada anak mereka. Tetapi, situasi yang terganggu juga dapat mempengaruhi masa depan mereka dengan banyak cara lain. Ahli hubungan Vishnu Modi mengatakan, anak-anak mungkin bisa merasa sulit untuk percaya pada institusi pernikahan.

Hubungan Anda yang tegang mungkin menjadi norma cinta anak Anda. Ketika mereka menjadi dewasa, pola cinta mereka berasal dari pola perilaku disfungsional yang ditunjukkan oleh orang tua satu sama lain. Ada juga kemungkinan kuat bahwa anak-anak Anda akan takut pada komitmen sebagai orang dewasa, dan berjanji untuk tidak pernah memiliki jenis hubungan yang Anda lakukan dengan pasangan Anda. Ini pada akhirnya akan membiarkan mereka menarik serangkaian hubungan sementara.


(Okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.