family
Mendidik Anak Terlalu Ketat, Ini Dampaknya
Jumat, 12 Feb 2016 16:05
ORANGTUA memiliki cara sendiri dalam mendidik anak. Oleh sebab itu, anak tumbuh dengan karakter yang berbeda-beda, tergantung bagaimana orangtua membesarkannya.
Ada orangtua yang mendidik anak penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, namun ada pula yang menerapkan disiplin ketat serta hukuman jika anak melanggar aturan. Lantas, seperti apa karakter terbentuk jika dibesarkan dengan cara keras?
Anak yang dibesarkan dengan didikan keras akan menjadi pribadi yang keras pula. Mereka bisa menyimpan kebencian pada orangtua. Seperti terjadi pada salah satu keluarga yang dikisahkan di halaman situs Familyshare, Jumat (12/2/2016), seorang ayah benama Roger, menerapkan disiplin ketat dengan menggunakan metode kemiliteran pada anak bernama Carl, sejak balita.
Sebagai ibu, Shelly pernah menentang metode yang diterapkan suaminya. Dia membela anak di depan suaminya ketika Rojer membentak Carl sangat keras. Namun, ia justru mendapat makian, "Diam! Jangan pernah menentang saya," bentak Roger. Sejak saat itu, Shelly tidak pernah melawan lagi.
Perlakuan kasar ayah pada anak ini berlangsung lama, hingga anak tumbuh dewasa. Sejak kecil anak tidak pernah dekat dengan ayahnya, mereka selalu berbeda pendapat dan bertengkar. Permusuhan ayah dan anak semakin parah hingga anak tumbuh dewasa.
Suatu ketika, sang ibu ingin mengharmoniskan hubungan anak dan suaminya. Namun, apa yang terjadi, Carl justru enggan. Ia malah menyimpan kebencian yang sama pada ibunya. Ia merasa, ibunya tidak bernah membela selama ia dipelakukan kasar oleh sang ayah.
Bahlil: RI Butuh 4 Juta KL Etanol Buat Program E20
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan soal kebutuhan etanol untuk menghadirkan BBM E20 tembus 4 juta kilo liter per tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (
Seskab Teddy Sebut 30 Persen Peserta Magang Nasional 2025 Langsung Diterima Kerja
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sebanyak 30 persen peserta Program Magang Nasional 2025 langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang selama enam
Prabowo Beberkan Kunci Negara Maju: Berani Akui Kekurangan dan Fokus Cari Solusi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan sebuah negara bukan ditentukan oleh kemampuannya menghindari persoalan, melainkan oleh keberaniannya menghadapi dan menyelesa
Jumlah Korban PHK Capai 43 Ribu Orang, Sektor Ini Paling Banyak Terdampak
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa hingga bulan Juni 2026, terdapat sekitar 43 ribu pekerja formal yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Anwar Sanusi, Kepala Badan
Usai Alami Trading Halt, IHSG Cetak Rekor Baru 24 Kali
Pasar modal Indonesia berhasil bangkit kembali sepanjang tahun 2025. Setelah mengalami tekanan yang cukup hebat dan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt, kondisi pasar mulai p