Selasa, 28 Apr 2026
- Home
- Lingkungan
- Sejumlah Posko Pengawas Covid-19 di Kuansing Riau yang Kerap Tidak Beroperasi Sesuai Jadwalnya
Sejumlah Posko Pengawas Covid-19 di Kuansing Riau yang Kerap Tidak Beroperasi Sesuai Jadwalnya
admin
Kamis, 07 Mei 2020 14:40
TELUK KUANTAN - Pemkab Kuansing sudah lama mengoperasikan sudah lama mengoperasikan posko pengawas covid-19 di beberapa titik perbatasan.
Sayang, posko yang menjadi ujung tombak mencegah masuknya covid-19 ke Kuansing, justru kerap tidak beroperasi sesuai jadwalnya.
Beberapa posko pengawas yang sudah didirikan yakni posko dimana posko ini memeriksa warga yang masuk ke Kuansing.
Ada posko di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Singingi Hilir, yang memeriksa warga dari Pekanbaru dan Kampar.
Pos di kecamatan Cerenti yang berbatasan dengan Kabupaten Inhu. Pos di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik yang berbatasan dengan Sumbar.
Pos Perhentian Sungkai, Kecamatan Pucuk Rantau yang berbatasan dengan Dharmasraya, Sumbar.
Pada Selasa lalu (5/5/2020), rombongan komisi II DPRD Kuansing meninjau pos Perhentian Sungkai, Kecamatan Pucuk Rantau. Rombongan dipimpin ketua komisi II, Muslim.
Saat itu, rombongan komisi II menemukan posko sedang kosong melompong. Tidak ada petugas.
"Penghuninya tak ada. Ya seluruhnya tidak ada. Tak usah sebut petugas itu petugas itu. Penghuninya itu yang tidak ada," kata Muslim kepada wartawan menceritakan temuan pihaknya.
Kejadian yang sama kerap terjadi di posko Desa Tanjung Pauh. Di posko ini, pada pukul 09.45 wib, kerap belum beroperasi. Kajadian di Posko di Desa Tanjung Pauh tersebut Selasa (5/5/2020).
Mungkin karena bulan puasa sehingga pukul 09.45 posko belum beroperasi?
Soalnya, sebelum puasa, kejadian yang sama juga terjadi di posko Desa Tanjung Pauh. Posko belum beroperasi pukul 09.45 wib.
Kala itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kuansing,
Asmari mengatakan kendala yang dihadapi pihaknya yakni petugas Dishub datang dari kota Teluk Kuantan. Sehingga membutuhkan waktu tempuh ke lokasi posko.
"Misalnya ke Tanjung Pauh, ada 83 km. Butuh waktu ke sana. Sehingga telat beroperasi. Ini kendala kita," katanya.
Ia mengatakan bukan hanya posko di Tanjung Pauh mengalami hal tersebut. Dua posko lainnya, yakni di Desa Kasang, perbatasan dengan Sumbar dan posko di Cerenti, perbatasan dengan Kabupaten Inhu, juga mengalami hal yang sama.
"Ini kendala kita," terangnya.
Nantinya, katanya, bila posko permanen sudah selesai dibangun, tentunya posko akan beroperasi 24 jam. Sehingga tidak ada lagi posko yang kosong petugas.
Asmari sendiri belum bisa memastikan kapan posko permanen akan selesai dibangun.
Posko tersebut berisi petugas dari berbagai instansi. Seperti Dishub, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI dan Polri. Setiap warta yang lewat menjalani pemeriksaan suhu tuhuh lewat thermal gun.
Di Kuansing sendiri sejauh ini belum ada ditemukan kasus positif covid-19. Hanya saja, ada puluhan yang kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan ribuan orang dalam pemantauan (ODP).
Bupati Kuansing Drs H Muraini MSi sendiri mengatakan pihaknya akan mengefektifkan posko di perbatasan agar bisa menghalau covid-19, dimana posko akan beroperasi 24 jam. Ia pun berharap tidak ada kasus positif di Kuansing.
Selain itu, pada Rabu (6/5/2020), bupati Kuansing juga posko yang ada Desa Lubuk Kebun Kecamatan Logas Tanah Darat, Kuansing, yang berbatasan dengan Desa Segeti Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Posko ini merupakan jalan lintas PT. RAPP dari Kuantan Singingi ke Pangkalan Kerinci, Pelalawan.
Dalam arahannya, bupati Kuansing Drs H Mursini meminta agar Posko ini benar-benar diefektifkan 24 jam untuk menjaga daerah Kuansing.
Sang bupati mungkin tidak tau posko yang ada sebelumnya kerap tidak beroperasi 24 jam, sesuai omongannya. Bahkan kurang dari 12 jam.
Sumber: tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca