Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Yusril: Indonesia Tak Butuh TKA, Ngapain Dipaksakan?

Nasional

Yusril: Indonesia Tak Butuh TKA, Ngapain Dipaksakan?

Selasa, 01 Mei 2018 15:10
Detik.com
Yusril Ihza Mahendra bersama massa KSPI.
Jakarta - Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra akan mendampingi massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggugat Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing ke Mahkamah Agung (MA). Menurutnya, perpres itu bertentangan dengan UUD 1945 dan aspirasi rakyat.

"Maka saya telah menyatakan kesetiaan saya untuk mewakili pekerja akan membawa ini jalur ke pengadilan, ke MA. Kita mohon MA membatalkan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 yang nyata-nyata bertentangan dengan UU, UUD 45, dan aspirasi rakyat Indonesia," kata Yusril dalam orasinya di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018).

Yusril mengatakan Perpres TKA itu sangat merugikan pekerja Indonesia karena memudahkan masuknya tenaga kerja asing. Yusril menjelaskan Indonesia sendiri masih menghadapi masalah banyaknya penganggur.

"Masalah pengangguran masih banyak, masyarakat miskin masih banyak tapi malah yang diberikan tenaga kerja asing yang dikaitkan masalah investasi," jelas Yusril.

Yusril menambahkan tak mempermasalahkan jika banyak negara asing yang berinvestasi di Indonesia. Namun, menurutnya, jangan sampai tenaga kasarnya juga dari negara yang menanam investasi itu.

"Kita setuju investasi, cukuplah sampai tingkat manajemen, cukup tingkat tenaga ahli, tak perlu sampai buruh kasarnya dari pekerja asing. Kita tidak setuju," ungkapnya.

Yusril pun menyinggung soal penyataan yang mempermasalahkan tenaga kerja Indonesia juga banyak di negara lain. Menurutnya, negara-negara itu butuh tenaga kerja Indonesia, sedangkan Indonesia tak butuh tenaga kerja asing.

"Mengapa protes terhadap TKA masuk, tapi kita juga mengekspor TKI. Masalahnya, mereka yang butuh TKA kita, makanya mereka buka. Masalahnya, kita nggak butuh TKA, kalau nggak butuh ngapain dipaksakan," tambahnya.

Dia pun meminta presiden lebih berpihak kepada rakyat, bukan kepada pemilik modal atau negara lain. Untuk itu, permasalahan ini harus diperjuangkan.

"Komitmen presiden adalah komitmen kepada bangsa ini yang harus diperjuangkan," imbuhnya.

(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.