Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ada Pansel KPK Pernah Gugat Laundry, Ahli: Mengkhawatirkan

Nasional

Ada Pansel KPK Pernah Gugat Laundry, Ahli: Mengkhawatirkan

Senin, 20 Mei 2019 11:18
Detik.com
Abdul Fickar Hadjar
JAKARTA - Sejumlah nama-nama yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi panitia seleksi (Pansel) pimpinan KPK dirasa cukup mengejutkan. Salah satunya muncul nama Dirjen HAM Mualimin Abdi.

"Saya juga berpendapat Pansel ini tidak menggambarkan keberpihakan Presiden pada pemberantasan korupsi. Tim ini justru menimbulkan banyak kekhawatiran akan kualitas pimpinan KPK yang terpilih," kata ahli pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, kepada detikcom, Senin (20/5/2019).

Nama Mualimin pernah menggegerkan publik karena menggugat laundry rumahan karena jasnya yang dicuci mengecewakan yaitu masih lusuh. Belakangan, Mualimin mencabut gugatannya.

"Khususnya personal pansel yang bermasalah di masa lalu tidak terbatas pada Dirjen HAM saja tapi juga personal lain yang kental kepentingan politiknya agar pansel lebih punya gezag (wibawa)," ujar Fickar.

Fickar menyerukan kepada Presiden Jokowi untuk mencabut nama-nama yang sudah ada. Setelah itu, menunjuk pansel dengan nama baru yang lebih kredibel.

"Saya khawatir pada KPK di masa depan yang penuh kepentingan politiknya. Yang mengkhawatirkan justru KPK akan menjadi alat kekuasaan. Mengganti pansel dengan para akademisi yang tidak berorientasi pada instansi, terutama yang suka menakut-nakuti KPK," cetus Fickar.

Sebagaimana diketahui, Mualimin pernah berperkara dengan laundry rumahan, Fresh Laundry, pada 2016. Penyebabnya sepele: jasnya tidak licin.

Langkah serius Mualimin ditunjukkan dengan mengajukan gugatan ke PN Jaksel. Tidak tanggung-tanggung, nilai gugatan yang ia sodorkan mencapai Rp 210 juta atau hampir 20 kali lipat dari harga jasnya, yaitu Rp 10 juta.

Belakangan, Mualimin menarik gugatannya setelah riuh di media massa. Ia meminta masyarakat tidak menggunjingkan hal itu lagi.

"Saya minta maaf atas permasalahan yang sudah ramai," ujar Mualimin kala itu.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Mei 2026 08:36

    Diduga Konsleting Listrik,Rumah dan Ruko Walet di Rupat Utara Ludes Terbakar.

    BENGKALIS-Kebakaran terjadi terhadap satu unit rumah semi permanen beserta kedai bahan bangunan dan sparepart kendaraan serta satu unit rumah tokok (Ruko) walet di Jalan Pahlawan, Desa Kadur, Kecamata

  • Selasa, 19 Mei 2026 08:31

    Bupati Suhardiman Perintahkan Pos Damkar Cerenti,di Terget Lebih Cepat Untuk Respons Kebakaran.

    TELUKKUANTAN-Dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta mempercepat penanganan bencana kebakaran, Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, memerintahkan Satuan Polisi Pamong Pra

  • Selasa, 19 Mei 2026 08:25

    Dicegat Israel saat Misi ke Gaza, Jurnalis Indonesia Kirim SOS Minta Atensi Presiden Prabowo

    Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono diharapkan segera memberikan atensi terhadap penangkapan lima warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotil

  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.