Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Aksi Persekusi Massa Kaus #2019GantiPresiden Tuai Beragam Kecaman

Nasional

Aksi Persekusi Massa Kaus #2019GantiPresiden Tuai Beragam Kecaman

Selasa, 01 Mei 2018 08:56
okezone.com
Foto: Ibu korban persekusi massa kaus #2019GantiPresiden melapor ke Polda Metro Jaya

JAKARTA - Kasus dugaan persekusi yang dilakukan massa berkaus #2019GantiPresiden terhadap massa berkaus #DiaSibukKerja di area Car Free Day (CFD) Jakarta berujung pada pelaporan ke kepolisian.

Dua korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Dia adalah Stedi Repki Watung (36) dan Susi Ferawati. Kasus tersebut menjadi ramai setelah viral di media sosial hingga menuai kecaman. Mulai dari politisi, lembaga negara, hingga pemimpin negeri ini.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno mengecam terjadinya kasus dugaan persekusi tersebut.

"Cara-cara yang teroristik dan intimidatif harus kita lawan, karena merupakan musuh persaudaraan dan persatuan sesama anak bangsa," katanya saat dikonfirmasi Okezone, Senin (30/4/2018).

Dia berharap, siapa pun dan dari pihak manapun, tidak menggunakan cara-cara yang tidak demokratis dan tidak etis dalam menyampaikan pilihannya.

Selain itu, Hendrawan juga berharap masyarakat tidak gampang terhasut dan terprovokasi oleh premanisme politik. "Demokrasi yang kita perjuangkan adalah demokrasi yang damai, inklusif dan berkepribadian bangsa," jelas dia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bahkan mengimbau agar masyarakat semakin matang dalam berdemokrasi. Sehingga, sebesar apapun perbedaan aspirasi politik yang ada tidak membuat pertikaian.

"Tindakan melecehkan atau merendahkan, apalagi kekerasan terhadap sesama saudara kita, hanya karena perbedaan aspirasi politik praktis sebaiknya betul-betul harus kita hindari," jelas Lukman.

Senada diutarakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Ia menyesalkan insiden ini, kendati belum melihat langsung. Kalla berujar, kampanye sebelum waktu yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebaiknya tidak terjadi.

"Itu tidak boleh pasti. Janganlah terjadi. Katakanlah kampanye belum waktunya, apalagi ada semacam intimidasi kalau benar itu terjadi, saya sendiri tidak lihat ya. Jangan terjadi itu. Ini sulitnya kalau kampanye itu sebelum pemilihan umum. Itu tidak ada aturannya," jelas Kalla.

Sebelumnya, dugaan persekusi ini terkuak setelah viralnya video tersebut di medsos. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik itu diketahui massa berkaus #2019GantiPresiden melakukan persekusi kepada massa berkaus #DiaSibukKerja.

Padahal, sebelumnya polisi telah mengimbau massa berkaus #DiaSibukKerja untuk tidak menuju bundaran HI lantaran berpotensi rusuh dengan massa #2019GantiPresiden yang telah berada di sana. Imbauan itu juga telah disebar melalui broadcast WhatsApp.

Dalam video itu diketahui persekusi yang dilakukan massa yang memakai kaus #2019GantiPresiden dilakukan dengan menyoraki kelompok massa yang memakai kaus #DiaSibukKerja. Tak sampai di situ, massa berkaus #2019GantiPresiden juga sempat 'menyawer' dengan cara memberikan uang kepada mereka yang memakai kaus #DiaSibukKerja sembari bertanya 'Kamu dibayar berapa sih?'.

Aksi tidak terpuji itu pun berlanjut dengan adanya korban seorang perempuan dengan kaus #DiaSibukKerja. Apalagi, peremuan berkacamata itu tengah membawa anak lelaki yang tampak menangis ketakutan. Kini, pihak-pihak yang mengaku sebagai korban persekusi tersebut telah melapor ke Polda Metro Jaya.

(okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.