Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Andre BPN Lempar Wacana Jabatan Presiden Cukup 1 Periode Waktunya 7 Tahun

Nusantara

Andre BPN Lempar Wacana Jabatan Presiden Cukup 1 Periode Waktunya 7 Tahun

Sabtu, 27 Apr 2019 15:01
Detik.com
Foto: Andre Rosiade
JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut perlu dilakukan evaluasi terhadap Pemilu 2019. Selain evaluasi Andre juga melempar wacana agar masa kerja presiden harusnya hanya satu periode dengan masa jabatan 7 tahun.

"Untuk itu ke depan mari kita buka wacana baru bahwa Indonesia butuh presiden, cukup satu periode 7 tahun," ujar Andre di d'Consulate Resto & Lounge, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2019).

Andre mengatakan evaluasi ini diperlukan agar tidak ada petahana yang ingin menggunakan kekuasaanya. Menurutnya, setelah dilantik presiden dapat fokus pada janji yang telah diberikan.

"Evaluasi pemilu ini sekaligus kita harus mengevaluasi, jangan sampai ada petahana yang ingin mempertahankan kekuasaanya terindikasi mempergunakan seluruh sumberdaya," kata Andre yang juga Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini.

"Sehingga setelah mereka dilantik, mereka tidak berfikir untuk bagaimana mempertahankan kekuasaanya. Tetapi bekerja sungguh-sungguh memenuhi janjinya pada masyarakatnya," sambungnya.

Menurutnya Andre banyak indikasi kecurangan dalam pemilu kali ini. Dia menyebut salah satu contohnya terkait adanya keterlibatan pemerintah atau aparat dalam memenangkan salah satu pihak.

"Karena kita melihat pemilu sekarang ada indikasi kecurangan, ada indikasi di mana oknum-oknum aparat bermain. Ada indikasi kapolda memanggil caleg untuk jangan memasang foto pak Prabowo, ada indikasi Kapolda memanggil tokoh masyarakat untuk memenangkan pak Jokowi, ada indikasi juga aparat memanggil bupati dan wali kota untuk memenangkan petahana," tuturnya.

Andre kembali menegaskan perihal masa periode 7 tahun untuk presiden. Dia menilai hal itu juga untuk menghindari kekuatan kekuasaan.

"Itu penting, sehingga dia tidak perlu mengkonsolidasikan kapolda, kabinda, kajati, KSAD, Panglima TNI dan instrumen lainnya untuk memperkuat kekuasaanya. Tapi bekerja untuk rakyatnya," ujar Andre.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • Senin, 18 Mei 2026 09:53

    Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak

    PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h

  • Senin, 18 Mei 2026 09:37

    Kurang Minum Air Putih, Hati-hati Dapat Membuat Penuaan Dini

    Lapisan luar kulit dapat kehilangan kelembapan jika tubuh kekurangan air. Seiring waktu, dehidrasi kronis dapat menyebabkan penuaan dini dan gangguan fungsi kulit.Perubahan halus pada kulit mungkin me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.