Nasional
BPN Sesalkan Pernyataan Hendropriyono: Bisa Jadi Konflik Baru
Rabu, 08 Mei 2019 09:45
"Menggunakan istilah keturunan Arab kurang tepat. Kita ini sebagai bangsa terdiri dari berbagai etnis, banyak suku, banyak budaya banyak bangsa jadi jangan mengeneralisir satu kelompok itu saya kira tidak bijaksana. Baiknya para elite apalagi penjabat jangan menggunakan istilah satu etnik, satu suku tertentu, ini malah memunculkan masalah, kegaduhan baru, keramaian baru, konflik baru nanti justru itu," kata Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria saat dihubungi, Rabu (8/5/2019).
"Sekarang ini mari sesama elite harus menyejukan yang santun yang bijaksana kalau menyebut suatu kelompok, suatu keturunan sebagai provokator itu kan nanti keluarga besarnya, keturunannya marah muncul kegaduhan baru yang harusnya tidak perlu. Kita semua marilah kita harus hati-hati, harus bijaksana," sebutnya.
Riza juga menyinggung soal kebebasan berpendapat. Menurutnya, setiap warga negara memiliki kebebasan berpendapat dan menentukan piiihan yang sudah diatur dalam Undang-undang. Ia menambahkan perbedaan pendapat itu suatu hal yang wajar dalam berdemokrasi.
"Jadi kalau sekarang ada orang yang bicara sejauh apa yang disampaikan tidak melanggar Pancasila, UUD 1945 itu nggak masalah kan ada UU yang mengatur yang kebebasan berpendapat. Jadi mari kita saling hormati satu sama lain tentang kebebasan berpendapat berserikat. saling menghormati pendapat berbeda itu biasa pilihan berbeda itu biasa jangan dipermasalahkan kalau ada yang beda itu hak setiap warga negara. Para elite harus menghargai pendapat masyarakat termasuk para tokoh masyarakat yang menyuarakan pendapatnya," tutur Riza.
Sebelumnya diberitakan, Hendropriyono mengingatkan sejumlah WNI keturunan Arab agar tidak menjadi provokator. Hendropriyono tak mau seruan makar itu meluas.
"Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi kan sudah banyak. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu," kata Hendropriyono kepada wartawan, Selasa (7/5).
Hendropriyono memandang banyak warga keturunan Arab yang sangat dihormati di masyarakat. Karena itu, dia merasa perlu memperingatkan sebagian warga keturunan Arab untuk tidak memprovokasi revolusi sampai turun ke jalan.
nasional
Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak
Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas
Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.
BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali
Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.
PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel
Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.
PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20