Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • BPN Tepis Andi: Taufiq Kemas-Gus Dur yang Bantu Prabowo Pulang dari Yordania

Nasional

BPN Tepis Andi: Taufiq Kemas-Gus Dur yang Bantu Prabowo Pulang dari Yordania

Senin, 20 Mei 2019 10:46
Detik.com
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menepis kicauan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut kepulangan sang capres dari Yordania berawal dari desakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). BPN mengatakan, dua orang yang berjasa membantu kepulangan Prabowo adalah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Taufiq Kiemas.

"Menurut pengetahuan saya yang membantu kepulangan Pak Prabowo itu adalah Almarhum Pak Taufiq Kiemas dan Almarhum Gus Dur di awal tahun 2000-an," kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Andre pun membantah pernyataan Andi yang menyebut SBY memanggil Prabowo pulang pada tahun 2003. Sebab, kata dia, Prabowo kembali ke Indonesia pada tahun 2000.

"Bang andi saya tidak ingin berpolemik. Tapi saya perlu kasih info abang. Saya pertama kali bertemu Pak Prabowo di tahun 2001 di saat saya sebagai Presiden Mahasisiwa Universitas Trisakti di Gedung Menara Rajawali di Kuningan. Saat itu, Pak Prabowo sudah kembali ke Indonesia dan mulai merintis bisnis dari bawah," tuturnya.

"Bahkan tahun 2004, beliau mengikuti konvensi Partai Golkar. Saran saya sama abang sebagai junior. Ayo perbanyak pertemuan dan silahturahim bukan hanya berkomentar di medsos," sambung Andre.

Sebelumnya diberitakan, Andi Arief menyebut Prabowo tak akan bisa menjadi capres andai SBY tak memaksanya pulang dari Yordania. Seperti dijelaskan di atas, cuitan Andi merupakan responsnya terhadap seorang netizen yang menyinggung Demokrat.

"Andai Pak SBY gak memaksa Pak Prabowo pulang dari Yordania, mungkin capresnya bukan Pak Prabowo," balas Andi Arief. Cuitan ini dibagikan Andi kepada sejumlah wartawan.

Via pesan singkat, Andi menjelaskan lebih jauh soal hubungan SBY dengan kepulangan Prabowo dari Yordania.

"Yang manggil pulang saat di Yordania 2003 itu SBY. Ngapain di Yordania kalau masih bisa berkiprah di Indonesia. Jadi nggak bener kalau SBY menghalangi Prabowo menjadi presiden, wong SBY yang memaksa dan menjamin Prabowo bisa berpolitik kembali," kata Andi Arief.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Mei 2026 08:36

    Diduga Konsleting Listrik,Rumah dan Ruko Walet di Rupat Utara Ludes Terbakar.

    BENGKALIS-Kebakaran terjadi terhadap satu unit rumah semi permanen beserta kedai bahan bangunan dan sparepart kendaraan serta satu unit rumah tokok (Ruko) walet di Jalan Pahlawan, Desa Kadur, Kecamata

  • Selasa, 19 Mei 2026 08:31

    Bupati Suhardiman Perintahkan Pos Damkar Cerenti,di Terget Lebih Cepat Untuk Respons Kebakaran.

    TELUKKUANTAN-Dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta mempercepat penanganan bencana kebakaran, Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, memerintahkan Satuan Polisi Pamong Pra

  • Selasa, 19 Mei 2026 08:25

    Dicegat Israel saat Misi ke Gaza, Jurnalis Indonesia Kirim SOS Minta Atensi Presiden Prabowo

    Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono diharapkan segera memberikan atensi terhadap penangkapan lima warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotil

  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.