Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Diminta Terima Hasil Pilpres, BPN: Kami Boleh Menolak, Ada Aturannya

Nasional

Diminta Terima Hasil Pilpres, BPN: Kami Boleh Menolak, Ada Aturannya

Jumat, 17 Mei 2019 16:14
Foto: Habiburokhman (Dok Pribadi)
JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno legawa menerima hasil Pemilu 2019 yang akan ditetapkan KPU 22 Mei mendatang. Apa kata BPN?

"Kami ini semua menerima atau tidak kan tergantung apa yang diputuskan. Kalau memang memenuhi dan tidak terjadi kecurangan, angkanya benar, ya kita terima. Tapi kalau ada kejanggalan kan ada prosedur hukum," kata anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN, Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (17/5/2019).

Menurut Habiburokhman, BPN punya hak untuk menolak hasil Pemilu 2019. Dia mengatakan hal itu diatur dalam undang-undang.

Ia menegaskan BPN juga tidak ingin proses Pemilu 2019 malah berujung seperti kisah Avengers: Endgame seperti yang disebutkan PBB.

"Tidak ada juga yang pengin ada skenario (film) Endgame. Kami ingin semua berjalan sesuai koridor hukum," ujarnya.

"Kami boleh menolak, ada aturannya dan ada langkah hukumnya. Jadi kita harus terbiasa menyikapi perbedaan," lanjut Habiburokhman.

Lantas, apakah artinya BPN akan membawa bukti dugaan kecurangan ke Mahkamah Konstitusi? Habiburokhman mengatakan akan mengikuti arahan BPN dan paslon.

"Kalau saya ikut apa kata pimpinan, apa kata paslon. Saya kan orang hukum, kalau kata saya sih, kalau tidak terima ya ke MK. Tapi saya tetap patuh kepada paslon," tegas dia.

Sebelumnya, Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono meminta BPN Prabowo-Sandiaga berhenti bernarasi negatif dan menerima apapun hasil pilpres. Sukmo juga mempertanyakan bukti-bukti valid di balik segala klaim kecurangan kubu Prabowo terkait pilpres.

Dia meminta BPN membawa segala dugaan kecurangan ke jalur konstitusi karena tak ingin bangsa ini berakhir seperti kisah Avengers: Endgame.

"Beberapa hari lagi rekapitulasi nasional pilpres selesai, dan tanggal 25 Mei adalah 'akhir' dari semua proses kontestasi pilpres. Sebaiknya kekalahan 02 tidak perlu diakhiri dengan menjerumuskan rakyat dalam kobaran amarah narasi curang," kata Sukmo, Jumat (17/5).


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.