Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Eggi Sudjana Sebut Jokowi Penjahat Demokrasi jika Biarkan Kecurangan Pemilu

Nasional

Eggi Sudjana Sebut Jokowi Penjahat Demokrasi jika Biarkan Kecurangan Pemilu

Jumat, 26 Apr 2019 16:40
Merdeka.com
Politikus PAN Eggi Sudjana.
JAKARTA - Poltisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana tak suka bila dirinya disebut akan melakukan makar dalam orasinya beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, bahwa people power tak akan pernah terjadi jika tidak adanya kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Saya berharap ya dalam konteks ini people power tidak akan terjadi kalau tidak ada kecurangan tapi akan terjadi kalau kecurangan terus berlangsung," kata Eggi di Polda Metro Jaya, Jumat (25/4).

Eggi yang merupakan Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menegur pihak penyelenggara Pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berlaku adil.

"Maka yang bisa hentikan kecurangan adalah Jokowi sendiri, caranya gimana? Larang KPU jangan begitu kan dia sebagai Presiden bukan carpes harus berlaku adil untuk rakyat Indonesia," tegasnya.

Namun, lanjutnya, apabila Jokowi yang merupakan persaingan Prabowo ini membiarkan hal tersebut terjadi, maka dirinya menilai jika Jokowi merupakan penjahat demokrasi.

"Kalau Jokowi tidak melakukan penghentian kepada cara-cara kotor seperti ini, Jokowi termasuk penjahat demokrasi. Begitu saya kira," tutur Eggi.

Sebelumnya, politisi PAN Eggi Sudjana dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pidatonya yang menyerukan gerakan 'people power'. Pelapor bernama Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung melaporkan Eggi atas dugaan makar dan atau melanggar undang-undang ITE.

"Setelah diteliti people power itu sama dengan makar atau merebut kekuasaan yang sah. Saya sebagai warga negara merasa terganggu dengan statemen ini karena memang ini baru statement mungkin untuk pelaksanaanya kita belum tahu, tapi baru statemen ini sudah satu bentuk ancaman kepada stabilitas keamanan negara yang akan berdampak buruk bagi masyarakat kecil yang nggak mengerti apa-apa tentang politik," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/4).



Sumber: merdeka.com

nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 09:53

    Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak

    PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h

  • Senin, 18 Mei 2026 09:37

    Kurang Minum Air Putih, Hati-hati Dapat Membuat Penuaan Dini

    Lapisan luar kulit dapat kehilangan kelembapan jika tubuh kekurangan air. Seiring waktu, dehidrasi kronis dapat menyebabkan penuaan dini dan gangguan fungsi kulit.Perubahan halus pada kulit mungkin me

  • Senin, 18 Mei 2026 09:20

    Kecelakaan Maut di Simpang Solah Rohil,Remaja Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat.

    TANAH PUTIH-Kecelakaan lalu lintas Tragis terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Simpang Solah, Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (16/5/2026) sekitar

  • Senin, 18 Mei 2026 09:16

    Tiga Daerah Rawan Narkoba di Pekanbaru Jadi Target Operasi Polisi Sekaligus, Ini Hasilnya.

    PEKANBARU-Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menyasar tiga kawasan yang dinilai rawan peredaran narkotika sekaligus, saat menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (17/5/2026) d

  • Senin, 18 Mei 2026 09:08

    20 Koperasi Merah Putih di Siak Rampung Dibangun, Akhir Bulan Ditargetkan Jadi 35 Unit.

    SIAK-Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Siak terus menunjukkan progres. Dari total 131 koperasi yang direncanakan, sebanyak 20 unit koperasi telah selesai dibangun dan ditarg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.