Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Fadli Pagari Baliho Klaim Prabowo Menang, TKN: Jangan Kompori Rakyat

Nasional

Fadli Pagari Baliho Klaim Prabowo Menang, TKN: Jangan Kompori Rakyat

Rabu, 01 Mei 2019 09:37
Detik.com
JAKARTA - Waketum Gerindra, Fadli Zon mendatangi lokasi baliho yang bertuliskan klaim kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Bogor. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin meminta pimpinan partai politik tak ikut-ikutan mengompori rakyat.

"Pemimpin politik jangan ngompori rakyat melawan aturan, jangan ngompori, jangan memberi semangat masyarakat melawan aturan," ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding saat dimintai tanggapan, Selasa (30/4/2019).

Karding menyebut ada dua pihak yang berwenang menertibkan baliho tersebut. Namun, kata dia, ada juga kewenangan pemerintah daerah setempat.

"Prinsipnya soal baliho yang punya hak untuk penertibkan itu ada dua, Bawaslu atau Kepolisian. Tentu mereka bekerja berdasarkan aturan. Jadi kita tidak boleh menolak kalau itu memang diatur dalam aturan," kata Karding.

"Bisa juga penertiban itu dilakukan oleh aparat pemerintah daerah, karena mungkin saja soal boleh-tidaknya. Apakah soal pajak ataukah, soal tempat-tempat yang boleh atau tidak dipasang iklan dan lain sebagainya jadi intinya adalah aturan harus kita ikuti saja," tuturnya.

Karding sendiri tak mau terlalu ikut campur soal penurunan baliho klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga yang terpajang di Jalan Raya Limusnunggal, Cileungsi, Bogor, itu.

"Aturannya boleh dikonfirmasi ke KPU, apakah memang harus diturunkan atau tidak. Bagi TKN kami tidak berkepentingan, tidak ada urusannya," terang politikus PKB itu

Sebelumnya, Waketum Gerindra Fadli Zon mendatangi lokasi baliho kliam kemenangan Prabowo-Sandiaga di Cileungsi yang batal diturunkan. Fadli menilai pemasangan baliho bertuliskan klaim kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga sesuai konstitusi.

"Saya kira tidak ada masalah semua konstitusional, dan itu aspirasi masyarakat, saya kira memasang baliho. Dan di tempat lain ada hal yang sama kepada paslon lain tetapi tidak diturunkan, ya itu menunjukkan hukum itu diperlakukan dengan tidak adil," kata Fadli lokasi, Rabu (30/4).



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 13:23

    Iran Ancam Ubah Teluk Oman Jadi Kuburan bagi Kapal-kapal AS

    TEHERAN-Iran mengancam akan mengubah Teluk Oman menjadi "kuburan" bagi kapal-kapal Amerika Serikat (AS) jika ketegangan terus meningkat. Teheran juga bertekad untuk terus menghadapi militer Washington

  • Senin, 18 Mei 2026 11:55

    Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke

  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.