Nasional
Hakim Tolak Ceramah Habib Bahar di Persidangan
Kamis, 09 Mei 2019 14:52
Debat tersebut terjadi saat Bahar diberi kesempatan menanggapi keterangan Muhammad Nurcholis yang dihadirkan tim pengacara Bahar sebagai saksi meringankan di persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung, di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (9/5/2019).
Baca juga: Cerita Saksi Tertipu Ulah Korban yang Mengaku Habib Bahar di Bali
Bahar menanyakan sikap husnuzan Nurcholis yang bertemu Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki yang mengaku-ngaku habib Bahar di Bali. Saat itu, sikap husnuzan Nurcholis dengan memberi uang Rp 4 juta, memberi makan hingga mengantar ke bandara.
"Di situ berarti menyangka baik? Di situ Anda menyangka perasaan itu habib Bahar?" tanya Bahar.
"Betul," jawab Nurcholis.
"Nah husnuzan ini kan ada husnuzan dan ada suuzan. Husnuzan itu prasangka baik dan suuzan itu prasangka buruk. Dalam kasus ini, Anda berprasangka baik?" tutur Bahar.
"Saya berprasangka baik karena dia mengaku habaib," kata Nurcholis.
Baca juga: Tertipu Bocah yang Dianiaya, Saksi Hanya Kenal Habib Bahar Via Medsos
Bahar lantas hendak menjelaskan soal husnuzan dan suuzan tersebut. Namaun, majelis hakim yang diketuai Edison Muhammad menolak permintaan Bahar.
"Berarti menurut Anda mereka ini orang baik, karena Anda prasangka baik? Karena tidak mungkin berprasangka baik kepada orang yang buruk, sebagaimana, izin yang mulia," kata Bahar seraya meminta izin menjelaskan kepada hakim.
"Enggak usah, enggak usah ceramah saudara," kata Edison.
"Bukan ceramah yang mulia," Bahar menjelaskan.
"Sudah cukup, ini saksi memberi keterangan, tinggal komentari," kata Edison.
"Iya makanya saya tanya tentang suuzan," ucap Bahar.
"Gini, saya bisa tangkap, saksi ini berniat baik kepada orang. Dia tidak tahu orang ini buruk. Kalau tahu orang ini buruk, dia tidak akan melakukan itu. Sudah itu saja," tutur Edison.
"Betul, betul yang mulia," ujar Bahar.
"Sudah enggak usah lagi bahas ceramah saudara," Edison menegaskan.
"Bukan ceramah, saya hanya menyampaikan...," ucap Bahar.
"Saya mengerti, ucapan saudara saya mengerti," kata hakim.
Bahar lantas mengalihkan ke pertanyaan selanjutnya. Bahar menanyakan apa yang akan dia lakukan apabila mengetahui lebih dahulu Zaki dan Cahya ternyata habib palsu.
"Andaikan saudara tahu saat itu sebelum terbang, saudara tahu bahwasannya itu bukan habib Bahar, itu habib palsu, apa yang akan saudara lakukan? Apakah laporkan atau pukul?" tanya Bahar.
"Saya selesaikan," kata dia.
"Maksudnya?" ujar Bahar
"Saya laporkan," ucap Nurcholis.
nasional
Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak
Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas
Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.
BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali
Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.
PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel
Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.
PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20