Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Hari Bhakti Pemasyarakatan, Menkum HAM Ingatkan Jajarannya Profesional

Nasional

Hari Bhakti Pemasyarakatan, Menkum HAM Ingatkan Jajarannya Profesional

Sabtu, 27 Apr 2019 11:49
Detik.com
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly menjadi inspektur upacara peringatan ke-55 Hari Bhakti Pemasyarakatan. Dalam kesempatan ini Yasonna mengingatkan petugas pemasyarakatan untuk bersikap profesional dalam bertugas.

Upacara digelar di Lapas Klas IIA Narkotika Jakarta, Jl Bekasi Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019). Tema yang diusung pada yakni 'Mengimplementasikan Nilai Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif (PASTl) demi mewujudkan Revitalisasi Pemasyarakatan. Hadir Kementerian Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Bambang Rantam Sariwanto, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami dan jajaran serta staf Kemenkum HAM.

Dalam amanatnya Yasonna mengatakan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan bukan hanya sebagai upaya mengenang sejarah. Namun menjadi daya pacu untuk meningkatkan pengabdian dalam menciptakan pemasyarakatan yang lebih baik.

"Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 tentu tidak hanya dijadikan sebagai nostalgia semata atau mengenang history. Peringatan itu harus mampu menjadi spirit, daya pacu, meningkatkan legacy yang baik untuk meneruskan semangat juang dan pengabdian para pendahulu yang telah menegakkan dasar-dasar pemasyarakatan," kata Yohanna.

Yosanna mengatakan perjuangan yang dilakukan oleh tokoh pemasyarakatan terdahulu bukanlah sebagai filosofi balas dendam atas perbuatan yang dilakukan warga binaan. Namun sebagai upaya untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu dalam membina narapidana.

"Keberanian mengambil sikap untuk meninggalkan filosofi pembalasan, menuju filosofi pemasyarakatan yang dilakukan oleh pendahulu kita adalah merupakan dasar bagi kita untuk terus melanjutkan cita-cita mereka," lanjutnya.

Dia menambahkan indikator pemulihan warga binaan adalah kemampuan untuk meningkatkan kepribadian narapidana. Sehingga warga binaan yang telah menyelesaikan masa di dalam lembaga pemasyarakatan agar menjadi warga negara yang berguna bagi bangsa dan negara.

"Indikator keberhasilan pemulihan kesatuan lingkungan hidup, dan penghidupan terletak pada kemampuan kemampuan pemasyarakatan dalam memperbaiki dan meningkatkan kapasitas narapidana. Baik dalam dimensi kepribadian, mental, spiritual, maupun dalam dimensi kemandirian. Bukan hanya secara ekonomi, mampu mandiri dalam menjalankan kehidupannya kembali. Menjadi warga negara yang berguna bagi bangsa dan negara," kata dia.

Diakhir amanatnya, Yasonna meminta kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menerapkan sikap PASTI. Selain itu mengaskan agar setiap jajaran pemasyarakatan agar senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada warga binaan.

"Saya mengajak seluruh jajaran permasyarakatan untuk betul-betul mengambil sikap yang profesional sesuai dengan sistem kita PASTI, Profesional, Akuntabel, Transparan, Sinergis dan Inovatif. Untuk menjaga keinginan tersebut dipenuhkan langkah-langkah perbaikan yang dilandasi dengan sebuah kata kunci, komitmen. Karena komitmen akan menjadi fondasi kita, benteng kita dalam menjalankan niat baik," tutupnya.

Rangkaian Upacara Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 diisi dengan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai kementerian dan lembaga. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada jajaran pemasyarakatan dan beberapa kepala daerah, serta launching buku "Pemasyarakatan dan Legacy" karya Yosanna.

Selain itu, ada penyerahan buku "Biarkan saja Metronom itu" oleh Arswendo Atmowiloto kepada Menkum HAM, atraksi kolone senapan oleh pleton kolone senjata petugas pemasyarakatan, penampilan seni beladiri Yongmoodo Lapas Kelas IIA Ambarawa, display marching band taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP).

Puncaknya persembahan tari kolosal "Rampak 55" oleh 55 warga binaan yang diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Menkum HAM, Sekjen Kemenkum HAM dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • Senin, 18 Mei 2026 09:53

    Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak

    PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h

  • Senin, 18 Mei 2026 09:37

    Kurang Minum Air Putih, Hati-hati Dapat Membuat Penuaan Dini

    Lapisan luar kulit dapat kehilangan kelembapan jika tubuh kekurangan air. Seiring waktu, dehidrasi kronis dapat menyebabkan penuaan dini dan gangguan fungsi kulit.Perubahan halus pada kulit mungkin me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.