Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Indonesia Anggota DK PBB, Muhammadiyah Apresiasi Pemerintahan Jokowi

Nasional

Indonesia Anggota DK PBB, Muhammadiyah Apresiasi Pemerintahan Jokowi

Sabtu, 09 Jun 2018 11:19
Foto: Dok. UN Photo
Sidang PBB soal DK PBB di New York.
Jakarta - Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal itu menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kiprah Indonesia.

"Itu menunjukkan bukti pengakuan dunia atas kiprah Indonesia di kancah dunia. Secara khusus apresiasi disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan Menlu Retno L Marsudi yang selama ini berhasil memainkan peran politik luar negeri Indonesia sehingga negara kita memperoleh tempat di mata dunia," ujar Haedar dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (9/6/2018).

Masuknya Indonesia sebagai anggota DK PBB, kata Haedar, menjadi kesempatan untuk mewujudkan misi bangsa yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

"Dalam konteks politik global yang makin keras dan dinamis tentu posisi di PBB tersebut dapat dijadikan forum dan media memainkan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia serta tatanan dunia yang lebih adil, beradab, dan berkemajuan,"kata Haedar.

Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap PBB setelah mengantongi 144 dari 190 keseluruhan suara. Indonesia juga telah memenuhi persyaratan minimal 2/3 dari anggota tetap PBB atau 127 suara.

Menlu Retno Marsudi telah menjelaskan 4 komitmen Indonesia di DK PBB. Pertama adalah memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global.

Kedua adalah menguatkan sinergitas antar negara-negara dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. Ketiga Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

"Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan global yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas tentunya akan berkontribusi pencapaian agenda pembangunan PBB 2030," tutur Retno melalui video conference dari Markas PBB di New York seperti dilihat dari layar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (8/6/2018) malam.

(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 13:23

    Iran Ancam Ubah Teluk Oman Jadi Kuburan bagi Kapal-kapal AS

    TEHERAN-Iran mengancam akan mengubah Teluk Oman menjadi "kuburan" bagi kapal-kapal Amerika Serikat (AS) jika ketegangan terus meningkat. Teheran juga bertekad untuk terus menghadapi militer Washington

  • Senin, 18 Mei 2026 11:55

    Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke

  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.