Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ini Alasan Lion Air Soal Dua Penumpang Gagal Terbang

Nasional

Ini Alasan Lion Air Soal Dua Penumpang Gagal Terbang

Laporan:Joko Prasetyo
Sabtu, 02 Jun 2018 12:00
Joko Prasetyo
KUBURAYA- Maskapai Wings Air (Lion Air Group) telah menyelesaikan penanganan dua calon penumpang yang gagal terbang, secara baik dan sesuai aturan yang berlaku, pada Kamis (31/5/2018).

Wings Air dalam penerbangan (31/5/2018) mengoperasikan pesawat NATR 72-600 (AT76) registrasi PK-WHO, sesuai jadwal berangkat pukul 09.45 WIB dan telah mendarat di lapangan terbang Antara Bangsa Kuching pada 11.25 MYT.

Danang mengatakan pihaknya memberikan klarifikasi terkait penanganan dua calon penumpang Wings Air yang tidak dapat melanjutkan penerbangan IW1378 rute Bandar Udara Internasional Pontianak, Kalimantan Barat (PNK) ke Bandar Udara Internasional Kuching, Serawak, Malaysia (KCH).

"Kami menawarkan pengembalian dana (refund) 10 persen dari tarif dasar (basic fare) tiket dan penumpang tersebut telah menyetujui untuk refund, " kata Kepala Humas Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro di Jakarta, Jumat (2/6/2018).

Danang mengatakan Refund kepada calon penumpang dijalankan menurut Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 185 Tahun 2015, bahwa pengembalian dibawah empat jam sebelum jadwal penerbangan mendapatkan 10 persen dari tarif dasar dana atau sesuai dengan kebijakan perusahaan.

"Dua calon penumpang IW1378 dikarenakan nama lengkap yang tertera pada tiket tidak sesuai dengan dokumen paspor. Yaitu data identitas pemegang dan berfungsi sebagai tanda pengenal resmi untuk melakukan perjalanan udara antarnegara (regional dan internasional), " katanya.

Berdasarkan pengumpulan data dan informasi, ketika melakukan pelaporan diri (check-in): petugas check-in menemukan satu penumpang laki-laki tidak mencantumkan dua suku kata nama (dalam tiket tertulis dua suku kata nama. Sedangkan dalam paspor terdapat empat suku kata nama) dan satu penumpang wanita tidak mencantumkan nama belakang, seperti yang tertulis resmi dalam paspor.

Setelah mendapatkan penjelasan, kedua penumpang bermaksud untuk membeli tiket baru pada rute yang sama di customer services. "Namun counter check-in sudah tutup, sehingga tidak bisa menambah penumpang lagi, " ujarnya. (jok)


nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 15:24

    Polsek Pujud Pasang Police Line di Gubuk di Duga Lokasi Penyalahgunaan Narkotika.

    PUJUD-Polsek Pujud melaksanakan kegiatan patroli dan pengecekan di lokasi yang diduga kerap digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya, Minggu (17/5/2026) pagi. Kegiatan ter

  • Senin, 18 Mei 2026 15:16

    Polsek Tanah Putih Ajak Warga Lawan Narkoba Lewat Pemasangan Spanduk Imbauan

    TANAHPUTIH-Dalam upaya mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk himbauan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di wilayah Ke

  • Senin, 18 Mei 2026 15:13

    Suami Aniaya Istri di Bengkalis di Tangkap Polisi

    BENGKALISâ€" Polsek Mandau Polres Bengkalis pria berinisial Z (46) berhasil diamankan polisi usai diduga menganiaya istrinya sendiri.Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas Ai

  • Senin, 18 Mei 2026 15:08

    Dua Pengedar Perusak Saraf di Rupat Utara di Tangkap Polisi

    BENGKALIS-Jajaran Polsek Rupat Utara kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dua pria yang diduga sebagai pengedar sabu ditangkap polisi di Dusun Dokoh, D

  • Senin, 18 Mei 2026 14:54

    Desa Kampung Baru Jadi Pusat Penanaman Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 di Ukui Pelalawan

    PELALAWAN-Semangat mendukung program ketahanan pangan nasional terus digaungkan di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Senin (18/5/2026), Polsek Ukui bersama kelompok tani, pemerintah desa, perusahaa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.