Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • JK Sebut Pemilu 2019 Terumit Sedunia, Pengamat: Bukan Hal Baru

Nasional

JK Sebut Pemilu 2019 Terumit Sedunia, Pengamat: Bukan Hal Baru

Sabtu, 05 Mei 2018 10:01
Detik.com
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut pemilu yang akan berlangsung pada 2019 adalah yang paling rumit sedunia. Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, label pemilu di Indonesia sebagai pemilihan terumit di dunia bukanlah hal baru.

"Kalau pernyataan soal kompleksitas, pemilu Indonesia itu bukan hal baru. Bahkan tahun 2004 saja ketika pileg dan pilpres masih terpisah satu sama lain. Itu majalah The Economist menyebut pemilu Indonesia itu The Most Complex Election in The World, jadi pemilu paling kompleks sedunia, di dunia. Apalagi nanti ketika pemilu 2019 pileg dan pilpres diselenggarakan serentak," kata Titi, saat dihubungi detikcom, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, kerumitan itu terjadi karena banyaknya jumlah penduduk di Indonesia yang mencapai 200 juta lebih. Sehingga, diperkirakan, pada pemilu 2019, diperlukan 1 miliar lembar suara.

"Kenapa kemudian pemilu Indonesia disebut kompleks? Karena pertama, kompleks itu bukan berarti buruk, tapi dari sisi kerumitan dan cakupan kerja yang harus dilakukan. Jadi di Indonesia ini kan negara kepulauan dengan beberapa ribu yang berpenghuni dengan jumlah pemilih yang sangat besar," ujarnya.

"Belum lagi posisi yang dipilih juga banyak, ada lebih dari 2 ribu daerah pemilihan dengan surat suara yang mencapai nanti di 2019 lebih dari 1 miliar lembar suara, dengan petugas pemilu yang jumlahnya mencapai lebih dari 5 juta orang, dan kandidat yang kalau dihitung jumlahnya 300 ribu orang yang merebutkan kurang lebih 20 ribu posisi. Dari situ saja itu sudah luar biasa mengelola pemilu. Jadi kerumitan itu merupakan konsekuensi menyelenggarakan pemilu di negera yang sangat besar pemilihnya dengan wilayah sangat luas juga dengan parpol yang banyak kandidat besar dan surat suara sangat banyak jadi memang kompleks," lanjut Titi.

Lebih lanjut, selain mendapat julukan The Most Complex Election in The World pada 2004, Indonesia juga mendapat gelar The Biggest One Day Election in The World pada pemilihan legislatif 2014. Menurut Titi, pileg pada tahun 2014 di Indonesia mengalahkan pemilu di India dan Amerika Serikat.

"Karena India pemilunya tidak satu hari tapi bergiliran. Jadi kurang lebih 1 bulan pemungutan suara di India. di AS memang populasi AS 300 juta tapi pemilihnya hanya 130 jutaan, sementara kita walaupun 250 juta, total pemilih kita 187 juta," paparnya.

Titi berharap, pada pemilu 2019 mendatang seluruh elemen bangsa bisa terlibat dalam pelaksanaan pemilu. Dia juga ingin ada perbaikan dari pihak penyelenggara agar pemilu 2019 berjalan lancar.

Salah satu yang menurutnya perlu perbaikan yakni mengantisipasi tertukarnya surat pemilihan suara.

"Ya kita memerlukan kontribusi, memerlukan kerja semua elemen bangsa. Karena memang dengan embel-embel pemilu paling rumit di dunia, kan tidak mungkin tugas untuk menyelenggarakan hanya dibebankan pada penyelenggara pemilu. Diperlukan kerja sama yang baik antara semua aktor pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah aparat keamanan, kementerian lembaga terkait untuk mendukung kerja KPU, termasuk paritisipasi masyarakat, media, tokoh agama, untuk ikut ambil bagian di dalam memastikan pemilu 2019," jelasnya.

(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.