Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jokowi Belum Baca Surat Pengunduran Yudi Latif dari Jabatan Kepala BPIP

Nasional

Jokowi Belum Baca Surat Pengunduran Yudi Latif dari Jabatan Kepala BPIP

Jumat, 08 Jun 2018 13:38
Okezone.com
Johan Budi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum membaca surat pengunduran diri Yudi Latif dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo mengungkapkan, Presiden Jokowi baru menerima surat Yudi Latif pada hari ini, Jumat (8/6/2018) setelah surat yang juga ditembuskan ke Seskab Pramono Anung dan Mensesneg Pratikno itu dikirimkan kemarin.

"Kalau dari surat belum membaca, karena diterima oleh Seskab dan Mensesneg baru tadi pagi. Tapi surat (dikirim) per tanggal 7 Juni 2018, tapi baru diterima sekarang," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Johan Budi menambahkan, Kepala Negara belum merespons pengunduran Yudi Latif tersebut. Apalagi, lanjut dia, mencari sosok pengganti Yudi Latif dari jabatannya sebagai Kepala BPIP.

"Saya belum bisa jawab itu. Bagaimana respons Presiden itu," tambahnya.

Mantan Jubir KPK itu membenarkan, petinggi BPIP belum menerima hak keuangan selama setahun menjabat lembaga pembinaan Pancasila tersebut.

 Foto: Setgab.go.id

Menurut dia, hak keuangan atau gaji petinggi BPIP akan diberikan setelah penerbitan Perpres Nomor 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya Bagi Pemimpin, Pejabat, dan Pegawai BPIP. Rencananya pemerintah akan mencairkan anggaran BPIP pada 1 Juni 2018.

"Mereka belum memperoleh hak keuangan, sampai ada keputusan dari Menkeu. Selama ini belum menerima gaji, baik itu pengarah atau pimpinan BPIP sendiri. Sampai kemarin apakah itu (sudah dicairkan), tentu berlaku mundur," imbuhnya.

Johan Budi melanjutkan bahwa akan mencari informasi lebih jauh lagi soal hak keuangan atau gaji Yudi Latif kendati telah mundur dari jabatannya sebagai Kepala BPIP. "Kalau itu saya harus cari informasi lebih lanjut, tapi yang pasti Pak Yudi Latif sudah bekerja bahkan sudah menyusun konsep sampai SOP," tandasnya.

(okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 13:23

    Iran Ancam Ubah Teluk Oman Jadi Kuburan bagi Kapal-kapal AS

    TEHERAN-Iran mengancam akan mengubah Teluk Oman menjadi "kuburan" bagi kapal-kapal Amerika Serikat (AS) jika ketegangan terus meningkat. Teheran juga bertekad untuk terus menghadapi militer Washington

  • Senin, 18 Mei 2026 11:55

    Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke

  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.