Nasional
Jokowi Diminta Bubarkan Tim Bentukan Wiranto, Istana: Di Mana Salahnya?
Selasa, 14 Mei 2019 09:30
"Tim asistensi ini adalah orang-orang profesional, jauh dari kepentingan politik, jauh dari prinsip pangkat dan jabatannya, karena mereka-mereka ini adalah beliau-beliau yang amat sangat terpelajar, ada profesor, dekan, pemuka pendapat, ini macam-macam (dari berbagai unsur)," ujar Ngabalin saat dihubungi, Senin (13/5/2019).
"Jadi saya yakin beliau-beliau memberikan masukan, mengasistensi (membantu) pemerintah dalam hal ini adalah Pak Menko Polhukam dengan pikiran-pikiran yang jernih, pikiran-pikiran yang bisa membantu pemerintah, membantu Menko Polhukam dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan situasi keamanan dalam negeri pasca pemilihan umum kemarin. Di mana salahnya?," lanjut Ngabalin.
"Nggak (tumpang-tindih), emang Tim Asistensi Hukum sudah melakukan apa? Sudah punya power apa? Nggak ada power-nya itu, tidak ada regulasi yang memerintahkan mereka melakukan seperti (yang dilakukan polisi dan kejaksaan). Ini namanya tim asistensi, asisten, membantu memberikan masukan. Maka itu ada pakar hukum pidana, ahli tata bahasa untuk menelaah ucapan, diksi, narasi yang dipakai oleh tokoh, sudah itu saja. Memberikan kajian masukan kepada pemerintah itu saja," tegasnya.
"Mestinya Ibu Erma harus memahami, mendalami lagi lebih dalam karena tugas dan kerja Menko Polhukam, itu adalah mengkoordinir semua menteri-menteri dan instansi lembaga pemerintah yang ada di bawah koordinasi Menko Polhukam. Mestinya ibu itu (Erma) tahu, apa urusannya DPR minta dibubarkan," tuturnya.
Menurut Ngabalin, pasca-Pemilu 2019 banyak ucapan, narasi, dan diksi dari para tokoh yang bernada provokatif, hasutan, dan kebencian. Kondisi inilah yang membuat Wiranto membentuk Tim Asistensi Hukum untuk menelaah ucapan para tokoh tersebut.
"Coba dibayangkan, belum apa-apa KPU itu mau dilegitimasi, belum apa-apa KPU itu dituduh curang, Bawaslu tidak dipercaya, semua narasi dan diksi yang dikemukakan pasca-pemilu itu keluar dari mulut-mulut para tokoh, para opinion leader, narasi-narasi dan diksi yang dikeluarkan itu bernada provokatif, bernada hasutan, bermuatan kebencian," ungkapnya.
Ngabalin pun mengaku heran jika tugas dari Tim Asistensi Hukum ini tumpang-tindih dengan Polri dan Kejaksaan Agung.
"Bagaimana mungkin tim asistensi itu disejajarkan dengan Polri sebagai institusi negara yang atas perintah dan regulasi undang-undang itu sebagai penegak hukum dan keamanan dalam negeri, jauh langit dengan bumi lah, masak sih beliau (Erma) nggak mengetahui. Polisi punya kewenangan untuk bisa melakukan apa saja terkait dengan setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap setiap hukum, yang bisa memecah belah, mengganggu keamanan negara," jelasnya.
"Saya minta Pak Jokowi perintahkan Menko Polhukam untuk bubarkan itu tim. Timnya tidak berguna," kata Erma di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/5).
Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak
Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas
Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.
BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali
Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.
PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel
Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.
PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20