Senin, 18 Mei 2026

Nasional

Jokowi Pertimbangkan Terima PAN Masuk Koalisi

Selasa, 30 Apr 2019 15:30
Detik.com
Foto: Jokowi bersama Zulkifli Hasan di acara PAN.
JAKARTA - PAN menyanggah kabar soal sang ketum, Zulkifli Hasan, melobi petahana Presiden Joko Widodo untuk 'mengamankan' kursi pimpinan MPR. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menegaskan peristiwa lobi-lobi itu benar adanya.

"Info itu ada dan benar. Saya dengar beliau membisik Pak Jokowi dan meminta salah satu pimpinan MPR," ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Selasa (30/4/2019).

Menurut Karding, 'bisik-bisik' itu disampaikan Zulkfili saat datang ke Istana dan bertemu dengan Jokowi pekan lalu. Pertemuan keduanya memulai isu kemungkinan PAN merapat pasca Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah dari Jokowi-Ma'ruf Amin, versi hitung cepat.

"Jadi Pak Zul ketika ke Istana, waktu itu info yang saya terima bahwa beliau sempat menyampaikan agar PAN mendapatkan bagian berupa pimpinan DPR atau MPR," tutur Karding.

Politikus PKB ini tak mengungkap kapan informasi permintaan Jokowi disampaikan ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Namun Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate mengungkap Jokowi menyampaikannya saat pertemuan pada Minggu (27/4) bersama elite dan jubir TKN.

Lantas bagaimana tanggapan Jokowi atas permintaan Zulkifli itu?

"Pak Jokowi orangnya bersikap positif dalam artian mendengarkan dan saya kira mempertimbangkan dengan serius permohonan itu," kata Karding.

Dari pernyataan Karding, Jokowi tampaknya mempertimbangkan untuk PAN bergabung kembali dalam koalisi. Untuk itulah, Jokowi membahasnya bersama elite-elite KIK dan TKN.

"Pak Jokowi beranggapan bahwa negara tidak boleh dikelola oleh satu pihak. Namum tentu Pak Jokowi juga harus berdiskusi dan membicarakan dengan partai koalisi," tutur Karding.

Sebelumnya Sekjen PAN Eddy Soeparno membantah pernyataan Johnny G Plate soal Zulkifli yang melobi Jokowi agar pihaknya mendapat kursi pimpinan MPR. Jokowi diharap meminta KIK, yang mayoritas di parlemen, untuk memberikan dukungan.

"Kami tidak pernah minta apa-apa ke beliau," tegas Eddy.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 13:23

    Iran Ancam Ubah Teluk Oman Jadi Kuburan bagi Kapal-kapal AS

    TEHERAN-Iran mengancam akan mengubah Teluk Oman menjadi "kuburan" bagi kapal-kapal Amerika Serikat (AS) jika ketegangan terus meningkat. Teheran juga bertekad untuk terus menghadapi militer Washington

  • Senin, 18 Mei 2026 11:55

    Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke

  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.