Nasional
Kericuhan di Mako Brimob Diduga Terkait Pembacaan Tuntutan kepada Aman Abdurahman
Jumat, 11 Mei 2018 09:12
JAKARTA - Pengamat terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak menduga insiden kerusuhan dan pembunuhan 5 polisi di rumah tahanan cabang Salemba Mako Brimob, berkaitan dengan pembacaan tuntutan jaksa terhadap terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman.
Agenda pembacaan tuntutan untuk Aman rencananya akan digelar hari ini, pukul 09.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Saya menduga momentumnya terkait dengan tuntutan jaksa yang rencananya besok disampaikan terhadap Aman Abdurrahman di PN Jaksel," kata Zaki kepada Okezone, Jumat (11/5/2018).
Zaki menilai, faktor terjadinya insiden itu juga bisa disebabkan karena figur Aman yang kerap dijadikan rujukan oleh para jihadis dan narapidana kasus terorisme (napiter) lainnya. Apalagi, dikabarkan Aman berada di dalam rutan yang sama dengan lokasi kerusuhan. Hanya beda blok.
"Faktor Aman Abdurrahman penting karena selama ini para jihadis menjadikan dia sebagai rujukan teologis," terangnya.
Keterkaitan Aman Abdurrahman dengan insiden kerusuhan di rutan Mako Brimob, juga dapat ditelisik dari adanya permintaan para napiter untuk bertemu dengan Aman. Zaki menduga para napiter tersebut hendak meminta fatwa kepada pria yang disebut-sebut sebagai pentolan ISIS di Indonesia itu.
"Pentingnya Aman juga terlihat ketika proses negosiasi. Para teroris ini minta dipertemukan dengan Aman Abdurrahman yang ada di blok lain, mungkin mau minta fatwa," tandas Zaki.
Sekadar informasi, Markas Besar Polri tidak menampik kalau salah satu tuntutan napiter yang membuat kerusuhan di rutan Mako Brimob, yakni ingin bertemu dengan Aman Abdurrahman. Polisi pun sudah memenuhi permintaan mereka.
"Mereka sudah bertemu kemarin," Kata Kepala Divisi Hubungan
Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto saat jumpa pers
di Kelapa Dua, Depok, Rabu 9 Mei 2018.
Sebelumnya diberitakan, kerusuhan, penyanderaan, hingga pembunuhan terjadi di rutan cabang Salemba, Mako Brimob pada Selasa 8 Mei 2018. Dalam insiden itu, 5 orang polisi tewas dan 1 orang napiter bernasib serupa.
Selain itu, ada pula drama penyanderaan seorang anggota polisi oleh para napiter. Aparat Bhayangkara itu akhirnya dilepaskan.
Menurut keterangan polisi, 156 napiter melakukan serangan kepada seluruh aparat yang berjaga di dalam rutan. Tidak hanya itu, mereka juga disebut mengambil senjata yang ada di rutan dan sempat merakit bom.
Setelah berjibaku selama 36 jam, aparat akhirnya berhasil
menguasai wilayah rutan yang sebelumnya dikuasi oleh para napiter
bersenjata. 156 napiter itu disebut menyerahkan diri dan kini telah
dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.
(okezone.com)
nasional
Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak
Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas
Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.
BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali
Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.
PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel
Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.
PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20