Nasional
Kisah Kivlan Zen: Dulu Ingin Lindas People Power, Kini Kesandung Makar
Senin, 13 Mei 2019 15:25
Pernah Jadi Aktivis dan Masuk Akmil
Kivlan Zen lahir di Langsa, Aceh pada 24 Desember 1946. Dia menghabiskan masa kecilnya di Medan. Usai lulus SMAN 2 Medan, dia mengambil kuliah di jurusan Kedokteran di Universitas Islam Sumatera dan sempat menjadi aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) pada tahun 1962. Namun, kuliahnya drop out usai dia masuk ke sekolah militer di Akmil (Akademi Militer) Magelang.
Pernah Ingin Melindas 'People Power'
Dalam buku "Mereka Mengkhianati Saya: Sikap Anak-Anak Emas Soeharto di Penghujung Orde Baru" yang ditulis oleh Femi Adi Soempeno, dijelaskan bahwa Kivlan Zen bersama para jendral lain ingin merebut gedung parlemen yang diduduki oleh para mahasiswa.
"Pada 20 Mei 1998, di luar kediaman Soeharto, Mayor Kivlan Zen, bekas Kepala Staf Kostrad itu berada di kelompok Prabowo bersama sejumlah Jendral lain. Ketika ribuan mahasiswa menduduki gedung parlemen, ia mengaku menggalang sejumlah organisasi massa pro-Soeharto untuk merebut kembali gedung parlemen dari tangan mahasiswa. Hanya saja, massa ini batal beraksi karena Soeharto mundur lebih cepat," tulisnya.
"Saya sempat meminta Prabowo menemui Amien agar membatalkan niatnya. Jika tidak, dia bisa ditembak anak buah saya atau saya tangkap," ujar Kivlan di Majalah Tempo, seperti yang dikutip dalam buku tersebut.
Namun, aksi 'people power' sejuta orang di Monas urung terlaksana. Sementara Soeharto semakin dekat dengan masa lengsernya. Hingga pada akhirnya 21 Mei 1998, Soeharto melepaskan jabatannya. Buntut dari lengsernya Soeharto ini, Prabowo dicopot dari jabatannya. Sedangkan Kivlan dimutasi ke Mabes TNI AD.
Terseret Kerusuhan Ambon
Kivlan Zen juga sempat diduga ikut terseret dalam permasalahan kerusuhan di Ambon, Maluku pada tahun 1999. Disebutkan dalam buku 'Ge-geran bersama Gus Dur (2010)', Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua PB NU menyebut dalam kerusuhan Ambon adalah 'Mayjen K'. Sosok 'Mayjen K' ini mengarah pada Kivlan Zen berpangkat jabatan Mayor Jenderal TNI.
Karena merasa sosok 'Mayjen K' itu mengarah pada dirinya, Kivlan langsung mendatangi Gus Dur. Setelah itu, Gus Dur menjelaskan kepada pers bahwa yang dia maksud 'Mayjen K' itu bukan merujuk pada Kivlan Zen. Dia pun meminta supaya masalah ini tak usah diperpanjang lagi. Namun, orang masih penasaran dengan identitas asli 'Mayjen K', lantas akhirnya Gus Dur menjawabnya. "Mayjen K itu maksudnya Mayjen Kunyuk (monyet). Habis, apa namanya kalau kerjanya jadi dalang kerusuhan...," ucap Gus Dur.
Kivlan menjadi negosiator dengan kelompok bersenjata yang disebut berafiliasi dengan Abu Sayyaf tersebut. Kivlan turun langsung ke Filipina atas inisiatif pribadi mewakili PT Patria Maritime Lines, operator Brahma 12. Dia datang bersama tujuh anggota timnya sejak 27 Maret 2016.
"Saya tidak dibayar sepeser pun oleh Maritime," kata Kivlan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/5/2016).
Di Filipina, Kivlan mendapat bantuan dari Gubernur Sulu Abdsakur Toto Tan II. Sang Gubernur adalah keponakan dari mantan pimpinan The Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari. Kivlan mengaku berteman dengan Nur Misuari saat dirinya bertugas di pasukan perdamaian Filipina Selatan tahun 1995-1996. Kala itu Indonesia memang terlibat dalam proses perdamaian di wilayah konflik tersebut.
Syahdan, Kivlan pun berhasil menghubungi kelompok penyandera untuk melakukan negosiasi. Pada Minggu (1/5/2016), 10 WNI ABK Kapal Brahma 12 yang disandera kelompok bersenjata di Filipina berhasil dibebaskan tanpa uang tebusan sepeser pun.
Dituduh Makar dan Sempat Dicekal Keluar Negeri
Pada tahun 2019, Kivlan dituduh melakukan tindakan makar. Kivlan dilaporkan atas tuduhan makar dan penyebaran berita bohong oleh Jalaludin. Pelaporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/0442/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.
"(Laporan) Sudah diterima Bareskrim tadi malam," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).
"Laporan itu dugaan penghasutan kemudian mengajak untuk berbuat makar. Barang bukti yang dilampirkan pelapor adalah flashdisk isi ceramah," ucap Dedi.
Lantas, pada Jumat (10/5) polisi melakukan pencekalan terhadap Kivlan. Polri menyebut Kivlan Zen hendak ke Brunei Darussalam lewat Batam. Kivlan Zen sempat ditemui personel Bareskrim Polri yang menyerahkan surat panggilan atas laporan dugaan makar.
"Kami sudah kirimkan surat cekal itu ke Imigrasi agar yang bersangkutan dicegah untuk bepergian ke luar negeri dan permohonan cekal itu sudah dilakukan Imigrasi. Yang bersangkutan mau ke Brunei melalui Batam di Bandara Soetta," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra saat dihubungi, Jumat (10/5).
Kivlan menepis tuduhan yang menyebutnya ingin melarikan diri ke Batam. Kivlan menjelaskan bahwa kepergiannya ke Batam hanya untuk bertemu dengan anak dan istrinya.
"Saya ke Batam mau ketemu anak istri saya. Kemudian datang Lettu Azis dari Bareskrim menyerahkan surat panggilan. Oke saya datang tanggal 13 (Mei)," kata Kivlan saat memenuhi panggilan di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).
Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak
Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas
Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.
BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali
Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.
PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel
Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.
PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20