Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kritik Kinerja Polisi dalam Kasus Tewasnya Diplomat Arya Daru, Adrianus Sebut Polri Bingung

Nasional,

Kritik Kinerja Polisi dalam Kasus Tewasnya Diplomat Arya Daru, Adrianus Sebut Polri Bingung

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 16 Jul 2025 14:59
TRIBUNPEKANBARU.COM
Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja polisi dalam mengusut kasus kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan (39).

Adrianus merasa heran mengapa pihak kepolisian tak kunjung mengumumkan hasil penyelidikan.

Padahal, menurutnya, proses seperti visum, pemeriksaan digital, hingga pengamatan rekaman CCTV seharusnya tidak membutuhkan waktu yang lama.

Pertanyaan besar ini kini mengarah pada kinerja aparat yang dinilai lamban dalam mengungkap kasus yang menyita perhatian publik ini.

Terlebih, polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebanyak tiga kali untuk mengumpulkan barang bukti serta identifikasi sidik jari.

"Bicara mengenai visum, maka visum itu satu, dua hari. Kalau pemeriksaan laboratoris, katakan saja dua, tiga hari. Pemeriksaan digital, dua tiga hari. CCTV satu hari."

"Sudah tiga kali diacak-acak di TKP sekecil itu. Jadi apalagi?"

"Jangan-jangan ini semacam kebingungan Polri saat mereka mengumumkan, jika misalnya yang ditemui adalah sesuatu hasil yang tidak menyenangkan," tutur Adrianus, Rabu (16/7/2025), dikutip dari Kompas.com.

"Kalau sudah memakai semua perhitungan, itu Polda (Metro Jaya) sudah tahu, sudah ada hasil, dan semua sudah ada di tangan Polda. Tapi, mengapa kemudian tidak kunjung diumumkan?" imbuhnya.

Adrianus lantas menyebut, tak sulit untuk mengungkap penyebab kematian Daru.

Ia menduga kuat Daru mengalami berhenti jalan napas sehingga tidak mendapat pasokan oksigen yang membuat korban kemudian tewas.

Ia pun menyentil Polri. Menurutnya, polisi saat ini seharusnya bukan hanya sudah mengantongi penyebab kematian Daru, melainkan juga motif.

"Sebab matinya saja Polda tidak kunjung memberi tahu tentang apa sebab matinya. Itu yang membuat kemudian semua analisa menjadi liar."

"Apalagi yang enggak bikin terungkap? Wong kasusnya mudah," kata dia.Adrianus menduga, polisi tengah kebingungan untuk menjelaskan soal penyebab kematian Daru.

Sebab, kasus Daru disebutnya sensitif karena korban memiliki latar belakang sebagai seorang DIplomat.

"Mungkin enggak enak ngomongnya nih. Mungkin karena enggak enak dengan masyarakat, dengan komunitas diplomat, makanya sekarang semacam, 'Ini gimana ngomongnya ya?'," urai Adrianus.

"Dan diplomat itu kan adalah wajah negara. Wajah negara itu pasti diomongkan di forum internasional," lanjutnya.

Sembari bercanda, Adrianus menduga polisi baru akan mengumumkan hasil penyelidikan kasus Daru, jika Presiden Prabowo Subianto sudah pulang dari lawatannya di luar negeri.

"Saya misalnya menduga secara bercanda, begitu Presiden kembali, lalu (kasusnya) diumumkan," pungkas Adrianus.

Gerak-gerik Penjaga Kos

Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat penjaga kos Arya Daru Pangayunan melihat ke arah kamar korban sebanyak dua kali, yaitu Selasa (8/7/2025) dinihari dan pagi.

Hal itu dilakukan penjaga kos bernama Siswanto tersebut, sebab mendapat telepon dari istri Daru yang meminta bantuan untuk mengecek kondisi sang suami.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan istri Daru sempat menelepon Siswanto sebanyak tiga kali.

"Berdasarkan keterangan yang kami dapat dari penyelidik bahwa benar ada istri korban, itu menelepon tiga kali ke nomor penjaga kos," ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2025).

Panggilan pertama dilakukan ke nomor Siswanto yang lama, pada Senin (7/7/2025) pukul 22.40 WIB.

Karena tak aktif, istri Daru kembali menghubungi Siswanto pada Selasa pukul 00.48 WIB.

Kali ini, istri Daru menelepon Siswanto di nomornya yang baru.

Mendapat telepon dari istri Daru, Siswanto lantas melihat kamar kos korban dan tertangkap rekaman CCTV membawa sapu.

Namun, Siswanto terlihat tidak mengambil tindakan apa-apa dan hanya sesekali melihat ke arah pintu dam jendela kamar korban.

Istri Daru kembali menelepon pada Selasa pukul 05.27 WIB. Saat itulah Siswanto mengajak rekannya membuka paksa kamar Daru dan menemukan korban telah tewas dalam kondisi kepala terlilit lakban.

"Nah, di situ aktif untuk meminta cek kamar korban kemudian, tanggal 8 Juli 2025, pukul 05.27 WIB kembali istri korban menghubungi penjaga kos untuk meminta cek kembali kamar korban," pungkas Reonald.

Sebagai informasi, dari rekaman CCTV, Daru sempat keluar kamar pada Senin pukul 23.24 WIB.

Ia ditemukan tewas di dalam kamar kosnya yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi.***(Tribun pekanbaru.com)
Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM

nasional
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 06:59

    Kunjugan Bhabinkamtibmas Polsek Kelayang, Modernisasi Ketahanan Pangan Masa Depan

    INHU-Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya melalui peran aktif Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke la

  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.