Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Lindungi Pulau Terdepan, Panglima TNI Inginkan Sukhoi SU-35

Nasional

Lindungi Pulau Terdepan, Panglima TNI Inginkan Sukhoi SU-35

Kamis, 19 Mei 2016 09:52
AP
pesawat Sukhoi 35-35

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan tidak hanya membangun pangkalan di Natuna. Namun, di tempat lain seperti Morotai, Biak, Saumlaki dan tempat-tempat terdepan juga akan dibangun pangkalan. Orang nomor satu di korps militer tersebut menegaskan, sektor laut memerlukan pengawasan dan semua batas laut harus diawasi untuk mengatasi jika terjadi ancaman.

"Jika diperlukan alat utama dan sistem senjata yang tertinggi dan tercanggih, berdasarkan hasil simposium Angkatan Udara, maka yang terbaik saat ini adalah Sukhoi 35. Kalau kita memiliki Sukhoi 35, sudah dipastikan kita menjadi yang terbaik," ujar Gatot kepada awak media disela-sela acara Forum Tematik Bakohumas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.

Guna memenuhi kebutuhan pengadaan Alutsista TNI, Gatot memastikan pihaknya, tidak membeli. Namun, koprs militer hanya mengajukan spesifikasi kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Kebutuhan sekarang yang diusulkan adalah seperti dikatakan Presiden Joko Widodo bahwa poros maritim dunia otomatis laut kita luas terbuka," imbuhnya.

Selain terus mengembangkan kekuatan TNI di Natuna, mantan KSAD itu mengaku bahwa yang terpenting ialah diplomasi Peace and Stability di Laut Cina Selatan. Gatot juga menjelaskan bahwa TNI berpedoman pada kebijakan pemerintah, yakni agar semua negara bersama-sama untuk mewujudkan situasi keamanan dan damai di Laut Cina Selatan, karena jalur urat nadi ekonomi di dunia. Selanjutnya, pemerintah menghimbau kesemua pihak untuk tidak melakukan tindakan yang bisa membuat instabilitas di Laut China Selatan.

"Jadi semua yang dilakukan TNI pasti berpedoman kepada dua poin ini, karena Laut China Selatan ini menjadi fokus, kemungkinan terjadi konflik dan lain sebagainya, maka kita harus menyiapkan segala kemungkinan, sehingga jangan sampai orang lain yang bertikai kita kena imbasnya," sambungnya.

Sementara terkait progres pertemuan Trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina untuk membahas keamanan laut dan joint deklarasi, Gatot menyebut akan ada lagi pembahasan teknisnya. Namun, ia memastikan, TNI sudah merumuskan, dan mengirikan hasilnya ke Filipina dan Malaysia.

"Dalam joint deklarasi di area yang human interest tersebut, memang memungkinkan tidak hanya di laut Sulu. Di wilayah-wilayah perbatasan dengan Malaysia kita bisa lakukan, kemudian kita dengan Filipina yang berbatasan dengan Sulawesi Utara," tandasnya. (okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.