Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • MUI Minta Pemerintah Buktikan Langsung soal Masjid Diduga Terpapar Radikalisme

Nasional

MUI Minta Pemerintah Buktikan Langsung soal Masjid Diduga Terpapar Radikalisme

Senin, 11 Jun 2018 10:28
Okezone.com
Ilustrasi ibadah salat di masjid.

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah membuktikan secara langsung terkait adanya dugaan 40 masjid di DKI Jakarta terpapar paham radikalisme. Tujuannya agar tidak saling menuduh dan menyebarkan informasi yang meresahkan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah berujar, mengatakan bahwa dengan adanya penyebutan 40 masjid terpapar radikalisme maka justru menciptkan stigma negatif terhadap tempat ibadah.

Peninjauan secara langsung tersebut, ujar Ikhsan, untuk membuktikan apakah betul ada sosok penceramah di salah satu masjid memberikan dakwah yang berisi konten radikalisme kepada masyarakat.

"Jika benar, ya diluruskan, tidak dengan mengecap dengan stigma, karena hanya menyakiti umat Islam," tegas Ikhsan saat dikonfirmasi Okezone, di Jakarta, Minggu 10 Juni 2018.

Di sisi lain, jelas Ikhsan, harus dibedakan antara penyampaian konten radikalisme dengan bentuk kritik kepada Pemerintah Indonesia dewasa ini. Apalagi, menyuarakan pendapat yang sesuai fakta adalah hal yang tidak dilarang di negara ini.

Menurut Ikhsan, apabila penceramah memberikan dakwahnya dalam bentuk kritik ke pemerintah maka seharusnya dijadikan ajang untuk introspeksi diri bagi para pemangku kepentingan saat ini.

"Jangan hanya bisa memberikan stigma, yang mengkritisi pemerintah dicap radikal," tutur Ikhsan.

Hal ini menyusul adanya pernyataan dari cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra, yang mengutip pernyataan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, soal adanya temuan 40 masjid di DKI Jakarta diduga terpapar paham radikalisme.

Azymuardi menyebut media sosial sekarang marak digunakan untuk menyebar kebencian. Dia juga menyinggung mengenai ceramah-ceramah agama yang disisipi penyebaran kebencian.

Azymuardi lalu mengutip keterangan Alissa Wahid, "Sekitar 40 masjid yang dia survei di Jakarta itu penceramahnya radikal, mengajarkan intoleransi dan radikalisme."

(okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 11:55

    Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke

  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • Senin, 18 Mei 2026 09:53

    Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak

    PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.