Nasional
Menanti Kepulangan Empat WNI dari Cengkraman Abu Sayyaf
Kamis, 12 Mei 2016 09:18
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumkan pembebasan empat warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
"Alhamdulilah puji syukur, pada Allah SWT akhirnya empat WNI yang disandera oleh kelomok bersenjata sejak tanggal 15 Maret 2016 yang lalu sudah dapat dibebaskan," ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut Jokowi saat ini kondisi empat WNI tersebut dalam keadaan baik-baik saja. Dia menegaskan, bebasnya empat WNI tersebut atas kerja sama Indonesia dengan pemerintah Filipina.
"Ke empat WNI tersebut dalam keadaan baik, dan pembebasan sanderan ini berhasil melalui kerja sama yang baik antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Filipina," tutur Jokowi.
Terkait pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya disandera kelompok teroris Abu Sayyaf, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengaku sudah berkomunikasi dengan para keluarga korban.
Menlu RI, Retno Marsudi menyatakan bahwa saat ini, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan pemerintah Filipina, terkait proses pemulangan empat WNI atas nama Moch Ariyanto Misnan, Loren Marinus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi dan Samsir tersebut ke tanah air.
Saat ini dikatakan, empat WNI yang juga merupakan anak buah kapal (ABK) TB Henry yang diculik sejak 15 April 2016 itu, dalam keadaan baik dan dalam perlindungan otoritas Filipina di Sulu.
"Kami sudah komunikasi dengan keluarga, sudah memberitahu sehingga keluarga merasa tenang. Saya juga terus komunikasi dengan Menlu Filipina (Jose Rene Almendras). Saat ini yang kita bahas, masalah pengiriman kembali," sebut pernyataan Menlu Retno.
Sempat beredar kabar bahwa pembebasan empat WNI tersebut terjadi, setelah adanya negosiasi dengan salah satu petinggi milisi Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF) dengan Abu Sayyaf yang disertai uang tebusan, 50 juta peso (sekira Rp14 miliar).
Terkait hal ini, Menlu Retno enggan berkomentar lantaran saat ini, pihaknya masih ingin berkonsentrasi mengenai kondisi para WNI dan proses pemulangan, setelah disebutkan sudah mengirim tim ke Sulu.
"Soal pelaku (pembebasan) menjadi tidak penting. Fokus adalah empat WNI dapat dibebaskan dalam kondisi selamat. Posisi mereka masih dengan otoritas Filipina. Tetapi tim Indonesia sudah ada di sana," tambahnya.
"Secepatnya akan dipulangkan. Kami akan lakukan prosedur secara biasa. Sekarang mereka di Kepulauan Sulu. Kita sudah ucapkan terima kasih atas kerja sama dengan pemerintah Filipina dan itu kerja sama yang baik," tutup Menlu Retno. (okezone.com)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri