Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Menkes Audit KPPS Meninggal, BPN Prabowo: Itu Baik tapi Terlambat

Nasional

Menkes Audit KPPS Meninggal, BPN Prabowo: Itu Baik tapi Terlambat

Selasa, 14 Mei 2019 10:27
Detik.com
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengapresiasi upaya Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek, yang saat ini tengah melakukan upaya autopsi bagi KPPS yang meninggal. Namun BPN menilai upaya itu terbilang telat.

"Ya menyambut baik ya meskipun itu sebenarnya terlambat ya," ujar anggota BPN Mustofa Nahrawardaya ketika dihubungi, Selasa (14/5/2019).

Mustofa menilai Menkes kurang peka terhadap adanya kejanggalan dalam proses pemilu. Malahan menurutnya usulan untuk melakukan autopsi itu lebih dulu datang dari masyarakat.

"Mestinya bukan dari sekarang tapi sejak dari awal, ini kan sudah kematian ratusan orang, itu mestinya Menkes sudah punya feeling ada yang tidak beres, jadi kalau sekarang meskipun ketelambatannya tidak terlalu terlambat, jadi menurut saya usulan masyarakat itu lebih cepat dibanding usulan menteri kesehatan," ucapnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mendukung upaya yang dilakukan Menkes untuk mencari tahu penyebab meninggalnya ratusan KPPS. Mustofa menyarankan agar Menkes berfokus pada autopsi verbal dibandingkan dengan medis yang dianggapnya sudah biasa.

"Lo iya, terutama yang nomor dua yang autopsi verbal, kalau medis kan biasa itu, nggak perlu diumumkan. Itu kan ada dua, audit medis itu biasa aja, misalkan nama, alamat, penyakit sebelumnya apa, itu kan sudah biasa, tetapi kan karena ini jumlahnya banyak dan ada pola waktu ada yang gantung diri, ada yang muntah-muntah itu akan hal yang tidak wajar ya, itulah yang perlu dilakukan autopsi verbal," tuturnya.

Sebelumnya, Menkes Nila F Moeloek memerintahkan dinas kesehatan setempat untuk melakukan autopsi terhadap KPPS yang meninggal. Menkes menyebut ada dua jenis autopsi yang akan dilakukan.

Nila menerangkan audit medik berisi catatan lengkap rumah sakit tentang riwayat penyakit yang diderita pasien tersebut. Sementara autopsi verbal dilakukan untuk petugas KPPS yang meninggal di rumah.

"Itu audit medik, ada catatannya, semua laporannya ada, rumah sakit harus melaporkan kalau ada yang meninggal sebabnya apa. Kemudian meninggal di rumah nggak ada catatannya, ini DKI itu melakukan rutin autopsi verbal itu, karena ada aturan Kemendagri dengan Kemenkes, Kemendagri harus mengetahui kalau penduduknya meninggal kenapa aja," ujarnya di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, Senin (13/5).



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.