Senin, 18 Mei 2026

Nasional

Ongen Uji Fungsi Lima Drone Buatannya

Kamis, 19 Mei 2016 09:54
istimewa

JAKARTA - Jelang penyerahan drone buatan Yulian Paonganan alias Ongen ke Kementerian Pertahanan (Kemhan), dia melakukan pra uji fungsi pesawat tanpa awak karyanya di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Menurutnya, ini merupakan uji internal yang dilakukan tim sebelum dilaksanakan uji fungsi dengan tim uji dari Kemhan.

"Kita buat semaksimal mungkin, jadi sebelum uji fungsi resmi dengan Kemenhan kita tes terbang dulu. Dari lima unit drone yang diuji coba semua terbang dengan sempurna, dan akan dilakukan lagi beberapa kali uji fungsi," ujarnya, Kamis (19/5/2016).

Doktor Maritim lulusan IPB ini menjelaskan, uji internal ini dilakukan untuk mengetahui apakah drone karyanya sudah terbang sempurna atau masih perlu pembenahan. Karena yang paling sulit adalah lepas landas dari air.

"Paling tersulit adalah take off dari air. Makanya kita risetnya cukup lama dan melelahkan. Dan, kami bersyukur hasil riset ini dipercaya oleh negara yaitu dipesan oleh Kemenhan," tutur Ongen.

Ada tiga set yang menjadi pesanan Kemhan. Di mana 1 set itu ada 2 pesawat yang akan digunakan oleh dinas topografi Angkatan Darat untuk pengawasan di perbatasan.

Rata-rata kecepatan pesawat tanpa awak yang dinamakan OS Wifanusa ini 100 km per jam dengan ketinggian bisa mencapai 4.000 meter, serta jarak jelajah bisa mencapai 800 km

"Jangkauan kontrol ontonomusnya sekitar 100 km dan bisa terbang selama 8 jam. Kontrol komunikasinya pakai frekuensi, karena Indonesia kan belum punya satelit khusus untuk pertahanan," terangnya.

Ditanya mengenai apakah akan dilengkapi senjata? Ongen mengatakan itu tergantung dari user. Jika memang user menginginkan pakai senjata tentu kita bisa buat, selama secara scientific bisa, harusnya juga bisa. "Saya kira kita bisa buat pesawat dengan dilengkapi senjata," tegasnya.

Menurut Ongen, OS-Wifanusa juga memiliki kemampuan melaksanakan operasi pengawasan (surveillance) dan melakukan foto udara (remote sensing) untuk keperluan pemetaan. PTTA ini sudah lolos uji sertifikasi dari Litbang TNI AL. Berdasarkan verifikasi dari PT Surveyor Indonesia dan Kementerian Perindustrian PTTA ini memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 28,01%.

Berikut spesifikasi drone yang akan digunakan oleh Kemenhan khusus untuk pengawasan perbatasan:

- Bentang Sayap Pesawat: 420 cm

- Panjang Pesawat: 317 cm.

- Tinggi Pesawat: 078 cm.

- Luas Area Floating: 278 cm2

- Material Fuslage/Wings: Full Carbon Composite

- Material Struktur: Alumunium Dural

- Landing Gear Optional: Fix Landing Gear

- Berat Kosong: 30 kg

- Berat Maksimal Take Off: 50 kg

- Berat Payload: 20 kg

- Kapasitas Fuel: 12 liter

Fitur:

- Auto pilot system triple redundant

- kamera suveillance canggih

- kamera medium format 80 MP

- kamera multispektral (okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.