Nasional
Panglima TNI : Ancaman Bangsa Semakin Nyata
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Selasa, 28 Jun 2016 09:40
JAKARTA - Ancaman bangsa Indonesia saat ini semakin nyata antara lain : membeli dan menguasai media massa untuk melakukan pembentukan opini; menciptakan rekayasa sosial serta kegaduhan masyarakat; mengadu domba antara TNI-Polri melalui berbagai cara sehingga terjadi kekacauan serta mengganggu stabilitas nasional; menciptakan benturan antar lembaga penegak hukum serta menimbulkan konflik atau memecah belah parpol; dan menghancurkan generasi muda Indonesia melalui budaya negatif, konsumtif, Narkoba, judi online dan sex bebas.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam ceramahnya di depan 99 peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV Tahun 2016 di Aula "NKRI" Kantor Lemhannas RI, Jl. Medan Merdeka Selatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016).
Dalam ceramahnya Panglima TNI menyampaikan tentang memahami ancaman bangsa. "Dalam memahami ancaman bangsa apabila kita mau melangkah, membuat rencana kontigensi harus mengetahui ancamannya," ujarnya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwasanya kita punya modal untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut di atas yaitu Geografi dan Demografi. Georafi kita punya daratan, dan lautan yaitu menjadikan negara Indonesia negara agraris dan negara maritim yang melibatkan rakyat. Demografi Indonesia punya kearifan lokal dan Pancasila dengan revolusi mental.
Ketahuilah apabila Pancasila dari sila pertama, kedua, ketiga dan kempat tidak dilakukan dengan konsisten, maka jangan harap tujuan nasional yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa tercapai.
"Peran Lemhannas benar-benar sangat signifikan dalam revolusi mental, karena apabila anda meniti karir minimal lima tahun kedepan, anda akan menjadi pemimpin di pemerintahan atau DPR," harap Panglima TNI,
Diakhir ceramahnya Panglima TNI menyampaikan tentang solusi hal tersebut yaitu, para elit bangsa ini harus bersatu bersama pemerintah dan jangan hanya berwacana saja, apalagi saling menyerang dan bahkan menjelekkan pemerintah.
"Seharusnya yang diutamakan adalah berkarya, maka kebijakan TNI adalah bersama rakyat, TNI kuat, hebat, professional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian," pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ded/rls)
nasional
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri