Nasional
Panglima TNI : Keberadaan Sandera di Filipina Sudah Terdeteksi
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Selasa, 28 Jun 2016 10:39
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memastikan bahwa
empat ABK Kapal TB. Charles yang di sandera oleh kelompok Abu Sayyaf
beberapa waktu lalu sudah diketahui keberadaannya yakni di Pulau Zulu,
Filipina. Sementara itu, tiga sandera yang lain hingga saat ini sedang
dicari informasi keberadaannya.
Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI kepada awak media usai acara
Silaturahmi dan Safari Ramadhan 1437 H/2016 Masehi Presiden RI Bersama
Keluarga Besar TNI, yang dihadiri antara lain oleh Wapres RI, Kepala
Lembaga Negara, para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kepala Staf
Angkatan dan Veteran RI serta komponen masyarakat, di Plaza Mabes TNI
Cilangkap Jakarta Timur, Senin malam (27/6/2016).
Terkait kondisi sandera ABK Kapal TB. Charles, Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo menyatakan bahwa saat ini sandera sudah berada di Jolo.
"Sementara yang dapat diketahui berjumlah empat orang dalam kondisi
baik dan terpisah dengan yang tiga orang, namun perlu diverifikasi
kembali," ucapnya.
"Pelaku pembajakan salah satunya dapat diduga dari kelompok Alhabsi,
kita verifikasi dan cek terus dimana keberadaannya, termasuk uang
tebusan yang diminta oleh pembajak sebesar 200 juta peso atau sekitar
55-60 miliar," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI menuturkan bahwasanya Kapal TB. Charles yang di sandera
oleh kelompok Abu Sayyaf sudah melanggar moratorium yang telah
disepakati. "Untuk rute berlayar setiap kapal pengangkut batu bara dari
Indonesia ke Filipina sudah diberikan jalur yang aman, namun demikian
Kapal TB. Charles tersebut memotong rute yang aman yang telah
ditentukan," tambahnya.
"Hingga saat ini 96 persen batu bara yang digunakan oleh Filipina
berasal dari Indonesia. Terkait pengiriman batu bara ke Filipina
tergantung mereka, karena harus dijamin keamanan pengirimannya, atau
dikawal oleh tentara serta disiapkan rute khusus," ujar Panglima TNI.
Kepada awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga
menjelaskan, bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya
seperti adanya MoU dari ketiga negara yang menyepakati untuk melakukan
patroli terkoordinasi. "Jadi hari ini masih dilakukan pertemuan,
tahapanya pertama para Menlu, kemudian apabila Menlu sudah selanjutnya
dibahas ditingkat Menteri Pertahanan", pungkasnya. (ded/rls)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri