Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Panglima TNI : Ancaman Bangsa Sekarang Sudah Memasuki Sendi Kehidupan

Nasional

Panglima TNI : Ancaman Bangsa Sekarang Sudah Memasuki Sendi Kehidupan

Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Kamis, 28 Apr 2016 16:28
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan Kuliah Umum dihadapan ribuan Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan unsur Pemda Kabupaten Kota se-Provinsi Lampung, di Gedung Serba Guna Unila, Lampu

LAMPUNG - Ancaman bangsa sekarang sudah masuk dalam sendi-sendi kehidupan diantaranya paham-paham radikal, terorisme, tayangan-tayangan media yang memperlihatkan kekerasan yang merupakan rekayasa sosial.

Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan Kuliah Umum dihadapan ribuan Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan unsur Pemda Kabupaten Kota se-Provinsi Lampung, di Gedung Serba Guna Unila, Lampung, kemarin.

"Masyarakat kita yang tadinya santun, gotong royong dan rukun, tiba-tiba menjadi berubah sampai terjadi pembunuhan sadis, perkelahian antar suku, agama dan antar kelompok warga. Bahkan yang sangat memprihatinkan adalah terjadinya 22 kasus dalam tiga tahun yaitu pembakaran kampus yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini merupakan bentuk ancaman dari tangan-tangan jahat yang tidak terlihat merekayasa semuanya," tambah Panglima TNI.

Dalam pembekalan yang bertema "Dalam Perjuangan Menuju Indonesia Raya Peran Civitas Akademika Sangat Strategis" Panglima TNI menjelaskan bahwa, Indonesia tengah mewaspadai penyebaran Proxy War. Salah satu jenis peperangan ini masuk ke kategori perang yang mematikan.  Proxy War diartikan sebagai peristiwa saling adu kekuatan di antara dua pihak yang bermusuhan, dengan menggunakan pihak ketiga. Pihak ketiga ini dijelaskan sebagai pihak yang tidak dikenal oleh siapapun, kecuali pihak yang mengendalikannya dari jarak tertentu. Oleh karena itu, pihak-pihak seperti mahasiswa, ormas, lembaga masyarakat, dan perorangan disinyalir mudah menjadi boneka atau pihak ketiga tersebut.

"Saat ini sudah terasa yakni adanya Proxy War sudah mulai kita waspadai karena sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara dan berkeluarga. Caranya dengan menguasai media di Indonesia, dengan menciptakan adu domba TNI-Polri, rekayasa sosial, perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan Narkoba sudah jauh-jauh hari dilakukan," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, menurut Panglima TNI maka semua komponen bangsa harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup, keahlian sesuai bidangnya, menempa diri dengan pengalaman yang nyata di lapangan. Dengan demikian akan terbentuk karakter individu bangsa Indonesia yang kuat dan berwawasan kebangsaan. Pada akhirnya, dengan kekuatan karakter individu yang kuat tersebut, bangsa Indonesia akan mampu melawan dan menghancurkan Proxy War di Indonesia.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, agar kita tidak menyerah terhadap semua ancaman, sebab kita memiliki modal geografi dengan potensi menjadi negara agraris yang berkelimpahan sumber daya alam. Sebagai negara maritim, kita memiliki sumber daya alam kelautan yang melimpah. Jika kedua potensi tersebut dikelola dan dikembangkan, maka akan menjadi daya tawar yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.

"Keyakinan saya, para pemuda-lah yang harus menjadi motor penggerak pemersatu dan kemajuan bangsa. Raihlah mimpimu, ajaklah teman-temanmu meraih mimpi bersama-sama dalam mewujudkan Indonesia yang jaya," pungkas Panglima TNI.

Turut serta dalam acara tersebut diantaranya, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman. (ded/rls)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.