Nasional
Panglima TNI : Penguatan Kapabilitas Intelijen TNI Harus Dijabarkan Dalam Berbagai Azas
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Jumat, 15 Jul 2016 11:57
JAKARTA - Penguatan Kapabilitas Intelijen TNI harus dijabarkan dalam berbagai azas, baik stratejik, taktis maupun operasional bagi kebutuhan politik, ekonomi, sosial, budaya, militer dan pertahanan.
"Kata kuncinya adalah, mari kita lakukan optimalisasi
soliditas dan sinergitas serta membuang jauh-jauh ego sektoral pada
Komunitas Intelijen TNI," kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
saat memimpin upacara Serah Terima Jabatan Asisten Intelijen (Asintel)
Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington kepada Mayjen
TNI Benny Indra Pujihastono, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap,
Jakarta Timur, Kamis (14/7/2016).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa, kondisi
Intelijen Nasional saat ini masih memerlukan peningkatan kualitas yang
mampu memberikan jaminan bagi keamanan negara, karena kedepan masih
sangat banyak masalah yang harus diselesaikan dan perlu dicermati serta
disikapi dengan Strategi Intelijen.
"Perkembangan ancaman nyata berupa aksi-aksi terorisme tak lagi dapat
dibantah, karena secara nyata terus menunjukkan pergerakan yang luar
biasa masif dan menyebar di hampir semua belahan dunia, baik negara maju
maupun negara berkembang," tegas Panglima TNI.
Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa, kejahatan-kejahatan trans nasional,
pembajakan, penyanderaan, perompakan kapal, penculikan manusia lintas
negara, separatisme, radikalisme, yang semuanya mengindikasikan betapa
ancaman terhadap masyarakat, bangsa dan negara bukan sekedar wacana dan
omong kosong.
Ancaman nyata lainnya, menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo TNI yaitu
berupa masifnya peredaran narkoba yang sudah merambah hingga di
desa-desa, yang bisa saja menjadi horor dan tragedi generasi bangsa,
karena akan menghancurkan manusia dan peradabannya.
"Hal ini saya ingatkan kembali, sekaligus sebagai penegasan akan
pentingnya penguatan intelijen, mengingat sampai saat ini kita masih
harus melakukan penguatan-penguatan Kapabilitas Intelijen TNI secara
nyata," kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan, dalam perspektif pertahanan
negara, perkembangan situasi akan mempengaruhi ketahanan nasional,
sehingga harus segera dijawab dengan konsep dan operasi yang sungguh
mampu menghadapi ancaman tersebut.
"Inilah salah satu bentuk nyata yang berulangkali saya
ingatkan, dan kita tak boleh lengah sedikitpun karena di pundak kita ada
tanggungjawab melindungi segenap tumpah darah Indonesia," katanya.
"Guna kepentingan tersebut, Intelijen atau sering disebut dengan secret
service adalah bagian yang melekat dari fungsi pemerintahan yang
penting. Dihadapkan kepada tantangan keamanan nasional dan internasional
di masa kini yang semakin kompleks, sehingga memerlukan intelijen yang
profesional, namun tetap dalam koridor supremasi hukum negara
demokrasi," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Dalam konteks tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan
bahwasanya TNI harus sungguh-sungguh memiliki informasi akurat setiap
perkembangan situasi dalam lingkungan strategi, dimana Asisten Intelijen
Panglima TNI memiliki peran, tugas dan fungsi yang sangat strategis.
(ded/rls)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri